LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Tabligh PP
Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menilai persatuan merupakan kunci umat Islam menggapai kejayaan. Pasalnya, umat Islam merupakan salah satu konstruksi bangunan yang saling mengokohkan dan menguatkan. Persatuan juga untuk menggapai kejayaan Islam.
“Yang bisa kita lakukan adalah bukan kesatuan, tapi persatuan, karena sifat sifat asasi daripada kehidupan adalah kita itu harus ada keragaman seperti halnya ada siang dan ada malam,” kata Fathurrahman dalam acara Tabligh Akbar tentang Persatuan Umat (
Tauhid al-Ummah) di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, dikutip Senin (6/3/2023).
Mesi begitu, bukan berarti umat Islam tidak dapat merapatkan shaf atau barisan. Allah senang dengan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya, berbaris rapi, solid, dan tersistem. Dalam fakta sejarah, perpecahan menjadi penyebab umat Islam mengalami kemunduran.
Baca Juga: Anwar Abbas: Umat Islam Mayoritas tapi Secara Ekonomi Minoritas“Meskipun kita di Indonesia ini umat Islam mayoritas, tetapi sampai saat ini saya kira belum berjaya secara politik, ekonomi, dan seterusnya. Mengapa? Karena ada perpecahan di antara kita,” ucap Fathurrahman.
Menurut dia, penyebab umat Islam terpecah-belah karena meninggalkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pada di sisi lain, banyak umat Islam justru melakukan apa-apa yang dilarang oleh Allah.
“Karena kita umat ini dan segalanya baik masyarakat awam, para pemimpin, para ulama, itu meninggalkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketika umat ini meninggalkan apa yang diperintahkan oleh Allah dan justru melakukan apa yang dilarang oleh Allah, maka pada saat itu perpecahan, permusuhan, saling hasad, saling dengki akan terjadi di tengah-tengah kita,” ujar Fathurrahman.
Baca Juga: Penganiayaan di Kalangan Remaja, Bukti Kerapuhan Keluarga di IndonesiaKetika setan tidak bisa membawa syirik ke tengah-tengah umat Islam, maka mereka akan menjadikan permusuhan di antara umat Islam. Fathurrahman menegaskan, umat Islam tidak boleh merasa telah menegakkan Al Qur’an dan sunah, namun pada saat yang sama juga melakukan perpecahan.
“Jika satu kaum Allah berpecah-belah yang terjadi adalah kerusakan dan kebinasaan. Kalau mereka bersatu padu, saling menguatkan, saling mengokohkan, maka mereka akan mewujudkan masalah terbaik untuk kita,” ungkap Fathurrahman.
Oleh karena itu, jika seseorang sudah masuk ke dalam Islam, maka harus menjalankan syariat secara kaffah. Di sisi lain menegakkan Al Qur’an dan sunah, tetapi juga melakukan tindakan yang memicu perpecahan di tengah umat Islam.
Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Muhammadiyah Lanjutkan Dakwah Berkemajuan“Maka jika seseorang sudah masuk ke dalam Islam, maka ingatlah satu hal yaitu ‘masuk ke dalam Islam secara kaffah’. Tidak boleh bermaksiat sebagian-sebagian dan tidak boleh hanya mengambil bagian yang dia suka,” tutur Fathurrahman.
(jqf)