Kenapa Marbot Masjid Tidak Kaya?
Muhajirin
Kamis, 09 Maret 2023 - 06:05 WIB
Muadzin, pengumandang adzan. Foto: Langit7/iStock.
Banyak orang mempertanyakan mayoritas marbot masjid tidak hidup dalam gelimpangan harta. Padahal, Islam hadir untuk mengubah hidup seseorang. Lalu, apa yang harus diubah?
Pendiri Pusat Kajian Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menegaskan, ada kesalahan mindset (cara pandang) dalam hal tersebut.
Seseorang sering berpikir perubahan selalu berkaitan dengan penampilan materi. Padahal, kata UAH, Islam datang untuk mempercepat dan memberikan keberkahan dalam mencapai tujuan hidup.
Baca juga: Marbot Masjid Elegan, Digaungi Anak-Anak Muda Berpendidikan
Islam tidak datang untuk mencapai tujuanmaterial. Ini harus dipahami agar manusia tidak memahami kesuksesan hanya dalam kepemilikan materi.
“Islam itu datang bukan untuk rumah materi, tapi mempercepat dan memberikan keberkahan pada tujuan berkehidupan,” kata UAH dalam acara Hijabfest Indonesia, dikutip Kamis (9/3/2023).
UAH menjelaskan, ada empat pilihan dalam berkehidupan, yakni kedudukan, harta, ilmu, dan tenaga. Empat poin tersebut memiliki fiqihnya masing-masing. Jika ingin mendapatkan kedudukan atau jabatan, maka kejar sampai ke tingkat paling tinggi.
Pendiri Pusat Kajian Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menegaskan, ada kesalahan mindset (cara pandang) dalam hal tersebut.
Seseorang sering berpikir perubahan selalu berkaitan dengan penampilan materi. Padahal, kata UAH, Islam datang untuk mempercepat dan memberikan keberkahan dalam mencapai tujuan hidup.
Baca juga: Marbot Masjid Elegan, Digaungi Anak-Anak Muda Berpendidikan
Islam tidak datang untuk mencapai tujuanmaterial. Ini harus dipahami agar manusia tidak memahami kesuksesan hanya dalam kepemilikan materi.
“Islam itu datang bukan untuk rumah materi, tapi mempercepat dan memberikan keberkahan pada tujuan berkehidupan,” kata UAH dalam acara Hijabfest Indonesia, dikutip Kamis (9/3/2023).
UAH menjelaskan, ada empat pilihan dalam berkehidupan, yakni kedudukan, harta, ilmu, dan tenaga. Empat poin tersebut memiliki fiqihnya masing-masing. Jika ingin mendapatkan kedudukan atau jabatan, maka kejar sampai ke tingkat paling tinggi.