Tips Menjadi Pemenang di Bulan Suci Ramadhan
Muhajirin
Jum'at, 10 Maret 2023 - 20:00 WIB
Ilustrasi. Foto: iStock.
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), menyebut, hanya orang bertakwa saja yang akan bersiap-siaga menyambut bulan suci Ramadhan. Orang bertakwa itulah para pemenang yang sesungguhnya.
“Mari kita ingatkan diri kita sendiri agar tidak lalai di bulan Sya'ban, karena di bulan inilah, kita akan melanjutkan pemetaan yang telah digelar semenjak Rajab untuk menentukan mana jalan yang akan kita tempuh untuk bisa menjadi pemenang di bulan Ramadhan,” kata pria yang akrab disapa UBN dalam khutbah Jumat di AQL Islamic Center, Jumat (10/3/2023).
Baca juga: Ramadhan Jadi Waktu Terbaik Detoksifikasi Tubuh
Para pemenang adalah mereka yang memiliki planning dan memiliki skala prioritas di Sya’ban menuju Ramadhan. Di antara agenda prioritas yang disepakati oleh para ulama yaitu puasa. Puasa sunnah yang paling banyak dilakukan oleh Rasulullah adalah puasa yang dilakukan pada Sya'ban.
“Sehingga Aisyah menggambarkan bahwa Rasulullah SAW terlihat seperti berpuasa sebulan penuh, tetapi ada waktu-waktu yang sedikit mmeperlihatkan bahwa Rasulullah berbuka. Ini semua untuk menjaga fokus menuju Ramadhan,” tutur UBN.
Agenda prioritas kedua, amalan-amalan yang dilakukan selama bulan Ramadhan nanti, baik berupa qiyamul lail yang di dalamnya kita mendirikan salat malam, tilawah Al-Qur'an, zikir maupun banyak bersedekah.
“Segala aktivitas ini membutuhkan pre-conditioning agar nantinya ketika Ramadhan datang, diri kita tidak kaget lagi menjalaninya,” ungkap UBN.
“Mari kita ingatkan diri kita sendiri agar tidak lalai di bulan Sya'ban, karena di bulan inilah, kita akan melanjutkan pemetaan yang telah digelar semenjak Rajab untuk menentukan mana jalan yang akan kita tempuh untuk bisa menjadi pemenang di bulan Ramadhan,” kata pria yang akrab disapa UBN dalam khutbah Jumat di AQL Islamic Center, Jumat (10/3/2023).
Baca juga: Ramadhan Jadi Waktu Terbaik Detoksifikasi Tubuh
Para pemenang adalah mereka yang memiliki planning dan memiliki skala prioritas di Sya’ban menuju Ramadhan. Di antara agenda prioritas yang disepakati oleh para ulama yaitu puasa. Puasa sunnah yang paling banyak dilakukan oleh Rasulullah adalah puasa yang dilakukan pada Sya'ban.
“Sehingga Aisyah menggambarkan bahwa Rasulullah SAW terlihat seperti berpuasa sebulan penuh, tetapi ada waktu-waktu yang sedikit mmeperlihatkan bahwa Rasulullah berbuka. Ini semua untuk menjaga fokus menuju Ramadhan,” tutur UBN.
Agenda prioritas kedua, amalan-amalan yang dilakukan selama bulan Ramadhan nanti, baik berupa qiyamul lail yang di dalamnya kita mendirikan salat malam, tilawah Al-Qur'an, zikir maupun banyak bersedekah.
“Segala aktivitas ini membutuhkan pre-conditioning agar nantinya ketika Ramadhan datang, diri kita tidak kaget lagi menjalaninya,” ungkap UBN.