Banyak PMI Meninggal di Malaysia, Netty Pertanyakan Komitmen BP2MI Sikat Mafia
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 12 Maret 2023 - 06:00 WIB
Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba antre untuk pengecekan suhu tubuh di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (21/5/2020). (ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mempertanyakan komitmen Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam memberantas sindikat mafia. Hal tersebut merespons banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal saat bekerja di Malaysia.
Netty mengungkapkan, berdasarkan data BP2MI, sejak 2014-2022, sudah ada 704 orang PMI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pulang dari Malaysia dalam kondisi tak bernyawa.
"Angka ini sangat memprihatinkan. Artinya, setiap pekan ada satu sampai dua orang PMI asal NTT yang meninggal dari Malaysia," kata Netty dalam keterangannya, Sabtu (11/3/2023).
Baca Juga:Pengamat: Jokowi Harus Tegur Keras Kepala BP2MI yang Minta Izin Tempur
Netty menuturkan, sebagian besar PMI tersebut adalah mereka yang pergi dengan jalur tidak resmi atau non prosedural yang diiming-imingi oleh sindikat mafia trafficking.
"Banyaknya masyarakat yang pergi dengan jalur non prosedural ini membuktikan bahwa sindikat mafia penempatan PMI ilegal masih merajalela di negara kita. Sudah sejauh apa realisasi komitmen BP2MI dalam memberantas sindikat mafia tersebut?" ucap Netty seraya bertanya.
Politisi Fraksi PKS itu meminta agar BP2MI dan instansi terkait mengevaluasi secara besar-besaran penanganan PMI. Khususnya soal pencegahan penempatan PMI ilegal.
Netty mengungkapkan, berdasarkan data BP2MI, sejak 2014-2022, sudah ada 704 orang PMI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pulang dari Malaysia dalam kondisi tak bernyawa.
"Angka ini sangat memprihatinkan. Artinya, setiap pekan ada satu sampai dua orang PMI asal NTT yang meninggal dari Malaysia," kata Netty dalam keterangannya, Sabtu (11/3/2023).
Baca Juga:Pengamat: Jokowi Harus Tegur Keras Kepala BP2MI yang Minta Izin Tempur
Netty menuturkan, sebagian besar PMI tersebut adalah mereka yang pergi dengan jalur tidak resmi atau non prosedural yang diiming-imingi oleh sindikat mafia trafficking.
"Banyaknya masyarakat yang pergi dengan jalur non prosedural ini membuktikan bahwa sindikat mafia penempatan PMI ilegal masih merajalela di negara kita. Sudah sejauh apa realisasi komitmen BP2MI dalam memberantas sindikat mafia tersebut?" ucap Netty seraya bertanya.
Politisi Fraksi PKS itu meminta agar BP2MI dan instansi terkait mengevaluasi secara besar-besaran penanganan PMI. Khususnya soal pencegahan penempatan PMI ilegal.