UAS: Jika Iman Sudah Kuat, Tak Ada Alasan Tak Tinggalkan Sistem Riba
Fajar adhitya
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 10:41 WIB
dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) bersilaturahmi dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy di Padang.
Jika iman sudah kuat maka tidak ada alasan untuk menunda segera meninggalkan sistem riba. Ummat Islam harus berani beralih ke sistem syariah agar tidak selamanya berada dalam bujuk rayuan setan. Demikian disampaikan dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) saat bersilaturahmi dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy di Padang.
"Mungkin yang takut rugi, yang takut jadi fakir jika memilih sistem syariah itu masih terbujuk rayuan setan yang disebut (dalam Al Quran Surah) Al Baqarah 268 itu," katanya, Kamis (16/8).
Pernyataan itu disampaikan ustadz dengan julukan sejuta viewers ini menyangkut peralihan Bank Nagari menjadi bank umum syariah. Menurut dia, upaya mengonversi Bank Nagari menjadi bank umum syariah menjadi ujian iman bagi masyarakat khususnya di Sumatera Barat.
Baca Juga: Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu?
"Kalau kendala dari proses konversi ini adalah khawatir akan mengakibatkan kerugian maka ini adalah ujian bagi iman masyarakat Sumbar," katanya.
Ustadz jebolan Universitas Al-Azhar Kairo ini mengemukakan, peralihan ke sistem syariah tidak bisa dimulai dari atas, dengan menerbitkan peraturan daerah. Namun, harus dimulai dari kesadaran masyarakat di akar rumput.
Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah provinsi menggandeng tokoh agama, ulama, dan majelis taklim untuk mengampanyekan manfaat sistem ekonomi syariah. "Kalau semua sudah bergerak, setiap masjid dan majelis keilmuan terus membahas ekonomi syariah, diharapkan masyarakat bawah akan mulai sadar, lalu menuntut untuk mengarah pada sistem syariah," ujarnya.
"Mungkin yang takut rugi, yang takut jadi fakir jika memilih sistem syariah itu masih terbujuk rayuan setan yang disebut (dalam Al Quran Surah) Al Baqarah 268 itu," katanya, Kamis (16/8).
Pernyataan itu disampaikan ustadz dengan julukan sejuta viewers ini menyangkut peralihan Bank Nagari menjadi bank umum syariah. Menurut dia, upaya mengonversi Bank Nagari menjadi bank umum syariah menjadi ujian iman bagi masyarakat khususnya di Sumatera Barat.
Baca Juga: Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu?
"Kalau kendala dari proses konversi ini adalah khawatir akan mengakibatkan kerugian maka ini adalah ujian bagi iman masyarakat Sumbar," katanya.
Ustadz jebolan Universitas Al-Azhar Kairo ini mengemukakan, peralihan ke sistem syariah tidak bisa dimulai dari atas, dengan menerbitkan peraturan daerah. Namun, harus dimulai dari kesadaran masyarakat di akar rumput.
Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah provinsi menggandeng tokoh agama, ulama, dan majelis taklim untuk mengampanyekan manfaat sistem ekonomi syariah. "Kalau semua sudah bergerak, setiap masjid dan majelis keilmuan terus membahas ekonomi syariah, diharapkan masyarakat bawah akan mulai sadar, lalu menuntut untuk mengarah pada sistem syariah," ujarnya.