home masjid

Baik Belum Tentu Benar, Kriteria Iman Menentukan Amal Shalih

Sabtu, 18 Maret 2023 - 12:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Setiap kali adzan berkumandang, orang yang memiliki iman akan merasakan getaran dan konfirmasi dalam hatinya. Hal itu menunjukkan iman sudah sampai ke dalam hati.

Namun, bagi orang yang imannya belum sampai ke dalam hati, hanya mengucapkan kata-kata tanpa ada getaran dalam hatinya.

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal." (QS Al-Anfal: 2)

Baca Juga:Al-Quran Pedoman dan Rahmat bagi Kaum yang Meyakini

Pendiri Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institue, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, setiap muslim tidak boleh asal mengaku sudah beriman. Iman membutuhkan pembuktian, karena bahasa hati diekspresikan melalui amalan dan perilaku.

"Setiap perilaku mencerminkan kondisi hati seseorang. Ketika seseorang berkata-kata kasar, maka itu menunjukkan bahwa hatinya juga kotor. Kalau hati seseorang baik, maka segala ekspresi yang keluar dari bagian tubuhnya mengarah pada kebaikan," kata UAH dikutip dari salah satu tausiahnya, Sabtu (18/3/2023).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
iman amal saleh ustadz adi hidayat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya