Geliat Suket Ijo, Kelompok Tani Perempuan Muhammadiyah
Muhajirin
Selasa, 21 Maret 2023 - 09:00 WIB
Kelompok Wanita Tani, Suket Ijo, Sodong, Batang, Jawa Tengah (Foto: Istimewa)
Kelompok Tani biasanya didominasi oleh anggota yang terdiri dari laki-laki. Namun berbeda dengan kelompok tani dan ternak bernama Suket Ijo. Kelompok ini terdiri dari perempuan anggota persyarikatan Muhammadiyah yang berada di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sodong, Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Suket Ijo merupakan akronim dari Sabar, Ulet, Kreatif, Ekonomis, dan Terampil, sementara kata Ijonya singkatan dari Ikhlas, Jujur serta Optimis. Kelompok Tani-Ternak Suket Ijo bermula dari kesadaran bersama pentingnya beternak secara efektif, produktif dan berkesinambungan dalam usaha meningkatkan kesejahteraan. Suket Ijo aktif sejak awal 2020, diprakarsai ibu-ibu warga Dukuh Silegok Desa Sodong, Wonotunggal, Batang.
Perempuan petani ini yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bertani dan beternak ini sekaligus aktif di ‘Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Keterampilan tani dan ternak mereka didapatkan secara turun-temurun, akan tetapi saat itu belum dikonsolidasikan seperti sekarang ini.
Baca Juga:Petani Penting Bagi Kehidupan, Sayangnya Masih Dipandang Rendah
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, M Nurul Yamien menyebut, munculnya Suket Ijo merupakan kabar gembira, sebab petani tidak didominasi laki-laki saja.
“Komunitas perempuan petani sudah mengkonsolidasi diri dalam jamaah tani yang menyebut dirinya sebagai kelompok Suket Ijo.” ujar Yamien, melansir laman resmi Muhammadiyah, Senin (20/3/2023).
Selain itu, dia menyebut kelompok perempuan petani merupakan harapan dunia pertanian Indonesia. Terlebih, saat ini sedang terjadi penurunan jumlah petani di Indonesia.
Suket Ijo merupakan akronim dari Sabar, Ulet, Kreatif, Ekonomis, dan Terampil, sementara kata Ijonya singkatan dari Ikhlas, Jujur serta Optimis. Kelompok Tani-Ternak Suket Ijo bermula dari kesadaran bersama pentingnya beternak secara efektif, produktif dan berkesinambungan dalam usaha meningkatkan kesejahteraan. Suket Ijo aktif sejak awal 2020, diprakarsai ibu-ibu warga Dukuh Silegok Desa Sodong, Wonotunggal, Batang.
Perempuan petani ini yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bertani dan beternak ini sekaligus aktif di ‘Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Keterampilan tani dan ternak mereka didapatkan secara turun-temurun, akan tetapi saat itu belum dikonsolidasikan seperti sekarang ini.
Baca Juga:Petani Penting Bagi Kehidupan, Sayangnya Masih Dipandang Rendah
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, M Nurul Yamien menyebut, munculnya Suket Ijo merupakan kabar gembira, sebab petani tidak didominasi laki-laki saja.
“Komunitas perempuan petani sudah mengkonsolidasi diri dalam jamaah tani yang menyebut dirinya sebagai kelompok Suket Ijo.” ujar Yamien, melansir laman resmi Muhammadiyah, Senin (20/3/2023).
Selain itu, dia menyebut kelompok perempuan petani merupakan harapan dunia pertanian Indonesia. Terlebih, saat ini sedang terjadi penurunan jumlah petani di Indonesia.