Film Buya Hamka Jadi Film Termahal Sepanjang Sejarah Perfilman Indonesia
Muhajirin
Sabtu, 25 Maret 2023 - 21:00 WIB
Poster film Buya Hamka (Foto: Falcon Pictures)
Falcon Pictures dan Starvision segera merilis film terbaru mereka berjudul "Buya Hamka", sebuah film biopik yang diadaptasi dari seorang pahlawan dari Minangkabau, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo.
Film ini diproduksi selama sembilan tahun dan dianggap sebagai salah satu film Indonesia dengan biaya produksi terbesar sepanjang sejarah. Film yang mulai diproduksi pada 2014 itu dicetuskan saat Din Syamsuddin menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Butuh sembilan tahun pengerjaan dan biaya produksi terbesar sepanjang sejarah," kata Chand Parwez selaku produser saat menggelar konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2023).
Baca Juga:Kisah Buya Hamka: Tak Ada Pelacur di Los Angeles
Menurut Chand Parwez, Buya Hamka adalah sosok yang memiliki keahlian yang lengkap, dan berprofesi sebagai seorang kyai, sastrawan, budayawan, wartawan, dan juga kepala rumah tangga yang mencintai keluarganya. "Ketokohannya dan kebesarannya menjadi suri tauladan bagi kami," ucapnya.
Fajar Bustomi yang menjadi sutradara film ini mengatakan bahwa kesempatan menggarap film ini merupakan berkah yang luar biasa baginya.Dia menambahkan bahwa kata-kata Buya Hamka yang indah dalam bukunya memotivasi untuk semakin mencintai makhluk ciptaan Tuhan. "Semoga film ini memberi ketenangan pada penontonnya," ucap Fajar Bustomi.
Sosok Buya Hamka diperankan oleh Vino G Bastian. Menurutnya, Buya Hamka adalah sosok yang memiliki pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.Vino kemudianberharap film tersebut bisa menjadi tontonan yang menghibur dan bisa ditonton kapan pun juga.
Film ini diproduksi selama sembilan tahun dan dianggap sebagai salah satu film Indonesia dengan biaya produksi terbesar sepanjang sejarah. Film yang mulai diproduksi pada 2014 itu dicetuskan saat Din Syamsuddin menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Butuh sembilan tahun pengerjaan dan biaya produksi terbesar sepanjang sejarah," kata Chand Parwez selaku produser saat menggelar konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2023).
Baca Juga:Kisah Buya Hamka: Tak Ada Pelacur di Los Angeles
Menurut Chand Parwez, Buya Hamka adalah sosok yang memiliki keahlian yang lengkap, dan berprofesi sebagai seorang kyai, sastrawan, budayawan, wartawan, dan juga kepala rumah tangga yang mencintai keluarganya. "Ketokohannya dan kebesarannya menjadi suri tauladan bagi kami," ucapnya.
Fajar Bustomi yang menjadi sutradara film ini mengatakan bahwa kesempatan menggarap film ini merupakan berkah yang luar biasa baginya.Dia menambahkan bahwa kata-kata Buya Hamka yang indah dalam bukunya memotivasi untuk semakin mencintai makhluk ciptaan Tuhan. "Semoga film ini memberi ketenangan pada penontonnya," ucap Fajar Bustomi.
Sosok Buya Hamka diperankan oleh Vino G Bastian. Menurutnya, Buya Hamka adalah sosok yang memiliki pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.Vino kemudianberharap film tersebut bisa menjadi tontonan yang menghibur dan bisa ditonton kapan pun juga.