LANGIT7.ID, Jakarta - Los Angeles, California, Amerika Serikat terkenal sebagai dunia hiburan malamnya. Kota ini adalah rumah bagi beberapa klub diskotik dan ruang
konser yang dianggap terbaik di dunia.
Kota ini pun pernah dikunjungi ulama sekaligus pahlawan nasional bernama Abdul Malik Karim Amrullah atau sering disebut
Buya Hamka. Kisah berikut ini diceritakan Irfan Hamka, putra Buya Hamka dalam buku berjudul "Ayah".
Baca juga: Kisah Buya Hamka Diangkat ke Layar Lebar, Tayang Idul FitriSuatu kali, seseorang bersilaturahmi kepada Buya Hamka. Dia menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke
Arab Saudi.“Pelacur di Arab itu memakai cadar dan hijab,” kata tamu.
“Oh ya? Saya barusan dari Los Angeles dan New York, Masya Allah, ternyata di sana tidak ada pelacur,” kata Buya Hamka.
Tamu itu tak percaya dengan perkataan Buya Hamka. Menurutnya tidak mungkin kota metropilit seperti
Los Angeles dan New York tidak ada pelacurnya.
Baca juga: Kisah Buya Hamka Pimpin Jemaah Haji Setelah Indonesia Merdeka“Ah mana mungkin Buya, di Mekkah saja ada kok. Apalagi di Amerika, pasti banyak lagi,” kata seorang tamunya itu.
Buya Hamka menjawab, “Kita ini memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari”.
Menurut Buya Hamka, "Meskipun kita ke Mekkah, tetapi jika yang diburu oleh hati adalah hal-hal yang buruk, maka setan dari golongan jin dan manusia akan berusaha membantu kita untuk mendapatkannya. Tetapi sebaliknya, sejauh perjalanan ke New York, Los Angeles, bila yang dicari adalah kebajikan dan kebaikan, maka segala kejelekan akan enggan dan bersembunyi.”
(est)