home global news

Ramadhan di Afghanistan: Keluarga Muslim Bertahan Hanya dengan Roti dan Teh

Senin, 27 Maret 2023 - 22:00 WIB
Suasana buka puasa bersama sebuah keluarga di Kabul, Afghanistan pada 20 Juni 2015 lalu. (Foto: AP Photo)
Di saat negara-negara Muslim merayakan bulan suci Ramadan dengan merencanakan hidangan lezat untuk sahur dan berbuka puasa, suasanaberbeda dirasakan masyarakat Afghanistan. Mereka terpaksa bertahan hidup hanya dengan roti dan teh.

Kondisi ini terjadi akibat hampir kolapsnya perekonomian negara tersebut. Belum lagi tingginya harga-harga bahan makanan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021. Sedangkan mayoritas warga Afghanistan yang dewasa tak memiliki pekerjaan.

Menurut data PBB, sekitar 28 juta orang atau hampir 70 persen dari populasi Afghanistan saat ini bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup. Namun, bantuan tersebut terbatas karena banyak organisasi internasional telah menghentikan operasinya di Afghanistan setelah kekuasaan berganti.

Baca Juga:Dahsyatnya Pahala Memberi Makan untuk Orang Berbuka Puasa

"Dulu, kami menyiapkan makanan sahur dan berbuka tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk petugas keamanan dan orang-orang di sekitar kami. Tapi, sekarang kami sama sekali tidak punya apa-apa, hanya teh hijau dan roti kering," kata Shamsia Hassanzada, mantan aktivis hak perempuan dan kepala sebuah taman kanak-kanak di Kabul, dikutip dariArab News, Senin (27/3/2023).

"Keluarga kami, termasuk saya, dulu ada lima yang bekerja. Tapi sekarang hanya satu orang yang bekerja, dan pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami," ujarnya.

Seorang warga Kabul, Mohammad Naeem, mengalami nasib serupa. Dulu dia bekerja sebagai sopir untuk Kementerian Pertahanan pada pemerintahan sebelumnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
afghanistan ramadhan puasa ramadhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya