Menko PMK: 4 Karakter Kenabian yang Harus Dimiliki Pemimpin
Muhajirin
Senin, 10 April 2023 - 00:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menerangkan, empat karakter profetik atau kenabian yang harus dimiliki setiap pemimpin.
Dia menjelaskan, kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang menerapkan karakter kepemimpinan rasul atau para nabi, terutama kepemimpinan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Kepemimpinan profetik meneladani empat sifat wajib karakter utama rasul yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah,” kata Muhadjir dalam Pengajian Ramadhan yang diselenggarakan PP ‘Aisyiyah secara daring, Senin (10/4/2023).
Baca juga:Banyak Keutamaan, Yuk Semangat Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan
1. Shiddiq
Pemimpin yang shiddiq memiliki arti jujur. Dalam arti yang luas yakni berintegritas. Sidiq bukan sekadar jujur, tetapi dalam diri seorang pemimpin memiliki sikap yang tegas sesuai dengan apa yang diucapkan, dipikirkan, dilakukan, dan selalu berpihak pada kebenaran.
Kejujuran ini pula yang semestinya tertanam dalam diri setiap pemimpin. Pemimpin yang jujur tidak akan membohongi rakyat dan jauh dari pencitraan. Ia akan jujur kepada dirinya sendiri maupun kepada rakyat, sebab pemimpin yang jujur paham bahwa kejujuran akan membawa kebaikan dalam segala hal.
Dia menjelaskan, kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang menerapkan karakter kepemimpinan rasul atau para nabi, terutama kepemimpinan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Kepemimpinan profetik meneladani empat sifat wajib karakter utama rasul yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah,” kata Muhadjir dalam Pengajian Ramadhan yang diselenggarakan PP ‘Aisyiyah secara daring, Senin (10/4/2023).
Baca juga:Banyak Keutamaan, Yuk Semangat Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan
1. Shiddiq
Pemimpin yang shiddiq memiliki arti jujur. Dalam arti yang luas yakni berintegritas. Sidiq bukan sekadar jujur, tetapi dalam diri seorang pemimpin memiliki sikap yang tegas sesuai dengan apa yang diucapkan, dipikirkan, dilakukan, dan selalu berpihak pada kebenaran.
Kejujuran ini pula yang semestinya tertanam dalam diri setiap pemimpin. Pemimpin yang jujur tidak akan membohongi rakyat dan jauh dari pencitraan. Ia akan jujur kepada dirinya sendiri maupun kepada rakyat, sebab pemimpin yang jujur paham bahwa kejujuran akan membawa kebaikan dalam segala hal.