LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (menko PMK), Muhadjir Effendy, menegaskan, zaman tiap hari mengalami perkembangan sekaligus persaingan di era revolusi industri 4.0 saat ini. Maka itu, para santri harus menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu umum.
"Tahfidz Qur'an itu bagus, kuasai ilmu akhirat itu bagus, tapi kuasai juga ilmu pengetahuan. Jangan hanya satu, dua-duanya harus kita kuasai," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis saat menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Muhammadiyah, Senin (7/3/2022).
Baca juga: Menko PMK: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah GPDRR 2022Dia menjabarkan beberapa ilmu yang wajib dikuasai oleh seorang santri, seperti matematika dan bahasa. Ilmu matematika sangat berguna sebagai dasar untuk menguasai berbagai bidang dalam bersaing di era 4.0. Demikian juga dengan bahasa sangat penting sebagai alat komunikasi.
Selain itu, Muhadjir juga menyampaikan lima C yang menjadi kunci dalam mendidik generasi bangsa. Pertama,
critical thinking atau melatih santri berpikir kritis. Kedua,
creativity and innovation atau mengajarkan kreatif dan inovatif.
Ketiga,
communication skill atau kemampuan berkomunikasi. Keempat,
collaboration, karena yang dibutuhkan dunia saat ini bukan kompetisi tapi kolaborasi. Kelima,
confident atau pentingnya membangun percaya diri, khususnya bagi para santri.
"Anak-anak di pesantren itu harus diberikan ruang. Beri mereka keleluasaan untuk bisa menguasai dunia. Agama juga mengatakan, kalau kita ingin mendapatkan dunia maka kita akan mendapatkan itu, tapi kuasai ilmunya," tutur Muhadjir.
Baca juga: Kemenko PMK: Jangan Takut Sekolahkan Anak ke PesantrenDia lalu berpesan kepada para pengurus pondok pesantren untuk menjaga keseimbangan pendidikan antara pendidikan dasar keislaman dan keindonesiaan. Dia berharap, tidak terlalu keislaman tetapi juga tidak terlalu keindonesiaan.
"Jagalah keseimbangan pendidikan kita. Terlalu keislaman tidak bagus, terlalu keindonesiaan juga tidak bagus. Karena kita Islam dan kita tinggal di Indonesia, dua-duanya harus imbang," ucapnya.
(jqf)