Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menko PMK: 4 Karakter Kenabian yang Harus Dimiliki Pemimpin

Muhajirin Senin, 10 April 2023 - 00:00 WIB
Menko PMK: 4 Karakter Kenabian yang Harus Dimiliki Pemimpin
Menko PMK Muhadjir Effendy
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menerangkan, empat karakter profetik atau kenabian yang harus dimiliki setiap pemimpin.

Dia menjelaskan, kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang menerapkan karakter kepemimpinan rasul atau para nabi, terutama kepemimpinan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Kepemimpinan profetik meneladani empat sifat wajib karakter utama rasul yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah,” kata Muhadjir dalam Pengajian Ramadhan yang diselenggarakan PP ‘Aisyiyah secara daring, Senin (10/4/2023).

Baca juga:Banyak Keutamaan, Yuk Semangat Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan

1. Shiddiq
Pemimpin yang shiddiq memiliki arti jujur. Dalam arti yang luas yakni berintegritas. Sidiq bukan sekadar jujur, tetapi dalam diri seorang pemimpin memiliki sikap yang tegas sesuai dengan apa yang diucapkan, dipikirkan, dilakukan, dan selalu berpihak pada kebenaran.

Kejujuran ini pula yang semestinya tertanam dalam diri setiap pemimpin. Pemimpin yang jujur tidak akan membohongi rakyat dan jauh dari pencitraan. Ia akan jujur kepada dirinya sendiri maupun kepada rakyat, sebab pemimpin yang jujur paham bahwa kejujuran akan membawa kebaikan dalam segala hal.

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Amanah
Pemimpin yang memiliki sifat amanah (terpecaya) artinya saat menapatkan tanggungjawab atau mendapatkan tugas dari masyarakat, maka harus dilaksanakan sebaik dan semaksimal mungkin.

“Tanggungjawab seorang pemimpin ketika memegang amanah bersifat vertical maupun horizontal yang berpegang teguh pada Allah SWT dan berpegang pada amanah umat yang mempercayai kita,” ujar Muhadjir.

Pemimpin yang amanah akan menyadari bahwa ia mengemban amanah untuk melayani kepentingan rakyat, bukan menjadi pelayan kepentingan pribadi, kepentingan kelompok, kepentingan partai, kepentingan pemilik modal, atau bahkan kepentingan asing. Ketidakjujuran, ingkar janji, dan kegagalan mengemban amanah adalah ciri orang munafik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika diberi amanah ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Rasul memiliki karakter utama dalam penyampai. Karakter menyampaikan ini artinya apa yang disampaikan pemimpin harus diterima dan dipahami masyarakat luas.

“Maka harus membedakan antara mengirim atau to send dengan menyampaikan atau to deliver. Apa yang kita kirim belum tentu sampai, tetapi kalau menyampaikan kita pastikan apa yang kita berikan sampai kepada piahk sasaran,” tutur Muhadjir.

Seorang pemimpin harus memiliki sifat tabligh ini. Selain berani menyuarakan kebenaran dan berani dinilai secara kritis oleh rakyat, pemimpin yang tabligh juga tidak bisa dibeli dengan kekuatan apa pun. Ia tegas dalam pendirian dan tegar dalam prinsip membela kebenaran.

4. Fatanah
Seorang pemimpin harus memiliki sifat fatanah (cerdas). Hal itu ditandai dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Sifat ini penting dimiliki seorang pemimpin demi memajukan sebuah bangsa dan negara.

“Berpikir kritis akan membuat orang berpikir kreatif, kreatif termasuk dalam hal kemampuan stimulus untuk menerima hal baru dan kemudian bisa merespon dengan tepat, kalau itu masalah, maka dia bisa mencari solusi atas masalah itu,” ungkap Muhadjir.

Kecerdasan, kemampuan menguasai persoalan dan mengatasi masalah mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memberikan arahan, menentukan kebijakan, dan mengambil keputusan selalu mendasarkan pandangan beliau pada ilmu.

Seorang pemimpin harus cerdas dan berilmu. Dari pemimpin yang cerdas dan berilmu akan lahir kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan rakyat. Bukan kebijakan yang merugikan dan menyengsarakan rakyat banyak

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)