Salah Memahami Dalil, Penyebab Perpecahan Umat Islam
Muhajirin
Kamis, 27 April 2023 - 15:00 WIB
Perpecahan umat Islam bisa dipicu karena salah dalam memahani dalil.
Salah dalam memahami ajaran agama bisa menyebabkan perpecahan di antara umat beragama. Nabi Muhammad Saw hadir dengan misi untuk menyatukan kembali umat dalam satu risalah yang sempurna, yaitu Islam.
Peneliti di Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS), Ahmad Kholili Hasib, menjelaskan, setelah masa Nabi Musa dan Nabi Isa, manusia kehilangan petunjuk kebenaran karena kitab-kitab suci mereka diubah (tahrif), sehingga orisinalitasnya tidak dapat dilacak lagi.
Hal ini mengakibatkan penyembahan kepada Allah Swt dicampur dengan kepercayaan-kepercayaan yang tidak dikenal oleh para nabi sebelumnya. Sehingga, manusia terpecah-pecah menjadi kepercayaan dan keyakinan yang bermacam-macam, yang menyebabkan persaingan dan permusuhan di antara mereka.
Baca juga:Bagaimana Mendudukkan Doa dan Ikhtiar?
Rasulullah SAW pernah menyaksikan aroma persaingan antar keyakinan ketika beliau mendengar dua pendeta, Yahudi dan Nasrani, yang berdebat tentang penerus agama Nabi Ibrahim.
Pendeta Yahudi mengklaim Yahudilah yang meneruskan agama Nabi Ibrahim, sedangkan pendeta Nasrani tidak setuju dan menganggap Yahudi menyimpang dari ajaran Nabi Ibrahim. Kemudian, Nabi Muhammad Saw menerima wahyu untuk menjawab klaim kedua pendeta tersebut:
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Peneliti di Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS), Ahmad Kholili Hasib, menjelaskan, setelah masa Nabi Musa dan Nabi Isa, manusia kehilangan petunjuk kebenaran karena kitab-kitab suci mereka diubah (tahrif), sehingga orisinalitasnya tidak dapat dilacak lagi.
Hal ini mengakibatkan penyembahan kepada Allah Swt dicampur dengan kepercayaan-kepercayaan yang tidak dikenal oleh para nabi sebelumnya. Sehingga, manusia terpecah-pecah menjadi kepercayaan dan keyakinan yang bermacam-macam, yang menyebabkan persaingan dan permusuhan di antara mereka.
Baca juga:Bagaimana Mendudukkan Doa dan Ikhtiar?
Rasulullah SAW pernah menyaksikan aroma persaingan antar keyakinan ketika beliau mendengar dua pendeta, Yahudi dan Nasrani, yang berdebat tentang penerus agama Nabi Ibrahim.
Pendeta Yahudi mengklaim Yahudilah yang meneruskan agama Nabi Ibrahim, sedangkan pendeta Nasrani tidak setuju dan menganggap Yahudi menyimpang dari ajaran Nabi Ibrahim. Kemudian, Nabi Muhammad Saw menerima wahyu untuk menjawab klaim kedua pendeta tersebut:
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ