Cholil Nafis: Penembak Kantor MUI Mengaku Nabi, Sudah Kirim Surat Sejak 2014
Muhajirin
Rabu, 03 Mei 2023 - 22:00 WIB
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis.Foto/ist
Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat ditembak orang menggunakan airsoftgun, Selasa siang (2/5/2023). Akibat penembakan itu, pintu masuk kantor MUI pecah. Tiga orang pegawai mengalami luka ringan.
Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis, mengatakan, peristiwa itu berawal dari seorang tamu bernama Mustafa NR. Sejak 2014, Mustafa sudah pernah mengirim surat ke MUI Pusat yang minta pengakuan sebagai utusan Allah dan Rasul-Nya untuk menyatukan dunia Islam dan umat.
"Tanpa jelas apa yang mau disatukan dan metodenya. Tapi meminta MUI mempercayainya sebagai utusan Allah," kata KH Cholil melalui penjelasan peristiwa tersebut akun media sosial, Rabu (3/5/2023).
Baca juga:Penembakan Kantor MUI, Muhammadiyah Minta Umat Islam Tak Terprovokasi
Pada 25 Juli 2022, Mustafa pernah mengirim surat kepada Ketua MUI dan menyebut nama KH Cholil Nafis untuk bisa bertemu. Dia minta diakui sebagai utusan Allah. Surat itu didisposisi ke komisi kajian.
"Namun hemat komisi kajian surat itu tak perlu ditanggapi oleh MUI secara organisasi. Di akhir Desember muncul surat ancaman berupa sumpah akan membunuh penguasa dan utamanya pengurus MUI," ungkap KH Cholil.
Saat hari pertama masuk kerja, 2 Mei 2023 Mustafa NR datang ke kantor MUI langsung ke lobi dan minta ketemu dengan ketua MUI. Pimpinan MUI sedang rapat di lantai 4. Pelaku keluar pintu dan masuk kemudian menembakkan peluru air soft gun ke pintu kaca arah belakang MUI, sehingga kaca pecah.
Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis, mengatakan, peristiwa itu berawal dari seorang tamu bernama Mustafa NR. Sejak 2014, Mustafa sudah pernah mengirim surat ke MUI Pusat yang minta pengakuan sebagai utusan Allah dan Rasul-Nya untuk menyatukan dunia Islam dan umat.
"Tanpa jelas apa yang mau disatukan dan metodenya. Tapi meminta MUI mempercayainya sebagai utusan Allah," kata KH Cholil melalui penjelasan peristiwa tersebut akun media sosial, Rabu (3/5/2023).
Baca juga:Penembakan Kantor MUI, Muhammadiyah Minta Umat Islam Tak Terprovokasi
Pada 25 Juli 2022, Mustafa pernah mengirim surat kepada Ketua MUI dan menyebut nama KH Cholil Nafis untuk bisa bertemu. Dia minta diakui sebagai utusan Allah. Surat itu didisposisi ke komisi kajian.
"Namun hemat komisi kajian surat itu tak perlu ditanggapi oleh MUI secara organisasi. Di akhir Desember muncul surat ancaman berupa sumpah akan membunuh penguasa dan utamanya pengurus MUI," ungkap KH Cholil.
Saat hari pertama masuk kerja, 2 Mei 2023 Mustafa NR datang ke kantor MUI langsung ke lobi dan minta ketemu dengan ketua MUI. Pimpinan MUI sedang rapat di lantai 4. Pelaku keluar pintu dan masuk kemudian menembakkan peluru air soft gun ke pintu kaca arah belakang MUI, sehingga kaca pecah.