MUI Bentuk Timsus Usut Insiden Penembakan Kantor
Muhajirin
Jum'at, 05 Mei 2023 - 07:55 WIB
MUI membentuk tim khusus (timsus) untuk mengusut tindakan penembakan Kantor Pusat MUI pada Selasa (2/5/2023)
MUI membentuk tim khusus (timsus) untuk mengusut tindakan penembakan Kantor Pusat MUI pada Selasa (2/5/2023). Timsus terdiri dari sembilan anggota yang merupakan pengurus aktif di MUI dan dipimpin Ketua MUI bidang Hukum dan HAM Prof Noor Achmad.
β(Timsus) ini diketuai langsung oleh Ketua MUI bidang Hukum dan HAM Prof Noor Achmad,β kata Wasekjen MUI bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah, di Jakarta, Kamis (4/5/2023).
Ikhsan Abdullah, menjelaskan, timsus itu akan mencari profiling dari Mustafa sebagai pelaku penembakan dan juga menyelidiki sejumlah kejanggalan terkait aksi teror tersebut.
Dia juga mengharapkan dokter yang melakukan visum bisa mengungkap kematian pelaku, karena beberapa saksi menyebut bahwa pelaku ketika dibekuk masih dalam kondisi sehat bugar.
Baca juga:Hidayat Nur Wahid Ungkap Banyak Teror ke Umat Islam Jelang Tahun Politik
βIni kami berharap kepada dokter yang melakukan visum bisa mengungkap kematian pelaku,β kata Ikhsan.
Ikhsan membantah asumsi publik bahwa aksi tersebut terjadi karena pelaku dalam kondisi gangguan jiwa. Dia menegaskan, pelaku diidentifikasi kuat sebagai aktor kepentingan berdasarkan kecakapan sebagai penembak, jejak rekening yang berisi dana ratusan juta, dan jejak digital afiliasi bersama sejumlah oknum.
β(Timsus) ini diketuai langsung oleh Ketua MUI bidang Hukum dan HAM Prof Noor Achmad,β kata Wasekjen MUI bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah, di Jakarta, Kamis (4/5/2023).
Ikhsan Abdullah, menjelaskan, timsus itu akan mencari profiling dari Mustafa sebagai pelaku penembakan dan juga menyelidiki sejumlah kejanggalan terkait aksi teror tersebut.
Dia juga mengharapkan dokter yang melakukan visum bisa mengungkap kematian pelaku, karena beberapa saksi menyebut bahwa pelaku ketika dibekuk masih dalam kondisi sehat bugar.
Baca juga:Hidayat Nur Wahid Ungkap Banyak Teror ke Umat Islam Jelang Tahun Politik
βIni kami berharap kepada dokter yang melakukan visum bisa mengungkap kematian pelaku,β kata Ikhsan.
Ikhsan membantah asumsi publik bahwa aksi tersebut terjadi karena pelaku dalam kondisi gangguan jiwa. Dia menegaskan, pelaku diidentifikasi kuat sebagai aktor kepentingan berdasarkan kecakapan sebagai penembak, jejak rekening yang berisi dana ratusan juta, dan jejak digital afiliasi bersama sejumlah oknum.