home masjid

3 Makna Manusia Diciptakan Sebagai Khalifah di Muka Bumi

Selasa, 16 Mei 2023 - 14:00 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menjelaskan, tiga makna manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia sebagai khalifah termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 30.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (QS Al-Baqarah: 30)

KH Miftach menjelaskan, bumi diciptakan untuk menunjang kehidupan manusia. Atas dasar itu pula, manusia diberi Amanah untuk mengatur bumi, bukan berbuat kerusakan.

“Allah SWT menciptakan alam ini memang untuk manusia, untuk diatur oleh manusia, karena khalifah itu, di situ bermakna imaratuha (imratul ardl), wa i’tha-u kulla dzi haqqin haqqan, lalu wal ubudiyah lillah,” kata KH Miftach dalam Halal Bihalal PBNU di Kampus UIN Walisongo, Semarang, Minggu (14/5/2023).

1. Imaratul Ardl

Imaratul Ardl berarti mengisi bumi. Ini sebuah konsep yang muncul dari ajaran agama Islam, yang bertujuan mengisi bumi ini dengan makmur, sejahtera, keadilan merata, kejujuran merata, serta pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan bagi seluruh umat manusia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
manusia kh miftachul akhyar khalifah bumi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya