Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home masjid detail berita

3 Makna Manusia Diciptakan Sebagai Khalifah di Muka Bumi

Muhajirin Selasa, 16 Mei 2023 - 14:00 WIB
3 Makna Manusia Diciptakan Sebagai Khalifah di Muka Bumi
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menjelaskan, tiga makna manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia sebagai khalifah termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 30.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (QS Al-Baqarah: 30)

KH Miftach menjelaskan, bumi diciptakan untuk menunjang kehidupan manusia. Atas dasar itu pula, manusia diberi Amanah untuk mengatur bumi, bukan berbuat kerusakan.

“Allah SWT menciptakan alam ini memang untuk manusia, untuk diatur oleh manusia, karena khalifah itu, di situ bermakna imaratuha (imratul ardl), wa i’tha-u kulla dzi haqqin haqqan, lalu wal ubudiyah lillah,” kata KH Miftach dalam Halal Bihalal PBNU di Kampus UIN Walisongo, Semarang, Minggu (14/5/2023).

1. Imaratul Ardl
Imaratul Ardl berarti mengisi bumi. Ini sebuah konsep yang muncul dari ajaran agama Islam, yang bertujuan mengisi bumi ini dengan makmur, sejahtera, keadilan merata, kejujuran merata, serta pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan bagi seluruh umat manusia.

Konsep ini menekankan pentingnya membangun masyarakat yang didasarkan pada nilai-nilai agama dan prinsip-prinsip keadilan.

“Sampai-sampai fiqih kita mengatakan, kalau tidak ada satu pun orang Islam yang memproduksi satu jarum yang digunakan untuk menjahit pakaian penutup aurat manusia ini, gara-gara tidak ada satu pun orang yang memproduksi satu jarum, maka semua umat Islam akan berdosa. Hanya satu jarum,” ujar KH Miftach.

Bahkan, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk menanam pohon meski besok adalah hari kiamat. Artinya, manusia tidak boleh berhenti melakukan upaya-upaya dalam melestarikan lingkungan hidup.

“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” (HR Bukhari dan Ahmad)

2. I’tha-u Kulli Dzi Haqqin Haqqahu
I'tha-u kulli dzī haqqin haqqahu adalah prinsip yang menekankan pentingnya memberikan hak-hak kepada setiap individu yang berhak, tanpa memandang bulu atau latar belakang mereka. Prinsip ini menekankan setiap orang memiliki hak-hak yang harus diakui dan dihormati.

Prinsip ini menyiratkan setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin, suku, agama, ras, atau latar belakang sosial ekonomi, memiliki hak-hak yang sama. Hak-hak ini meliputi hak atas kebebasan berpendapat, hak atas keadilan, hak atas pendidikan, hak atas pekerjaan yang layak, hak atas akses kesehatan, dan hak-hak lainnya yang dijamin oleh hukum dan norma-norma yang berlaku.

Dengan menerapkan prinsip i'tha-u kulli dzī haqqin haqqahu, masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang adil dan inklusif, di mana hak-hak individu dihormati dan dilindungi. Prinsip ini juga mendorong pemerintah, lembaga publik, dan masyarakat secara keseluruhan untuk menghormati dan memenuhi hak-hak setiap individu tanpa kecuali.

“I’tha-u kulli dzi haqqin haqqahu yaitu menyampaikan mereka-mereka yang punya hak (siapa pun mereka, tak pandang bulu dan latar belakang) harus mendapatkan hak-haknya,” ujar KH Miftach.

3. Al-Ubudiyah Lillah
Al-Ubudiyah Lillah berarti manusia diciptakan semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Hal tersebut sesuai dengan Surah Az-Zariyat ayat 56. “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS Az-Zariyat: 56)

“Semua gerakan kita, amaliah kita dalam organisasi jamiyah yang tercinta ini (PBNU), harus bernilai ibadah,” ujar KH Miftach.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)