Peran Dai dan DKM Sangat Penting Jaga Ukhuwah di Tahun Politik
Muhajirin
Rabu, 17 Mei 2023 - 12:00 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. M. Cholil Nafis mengatakan, dai dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memiliki peran penting menjaga ukhuwah dalam memasuki tahun politik.
Hal itu disampaikan dalam silaturahmi dengan DKM dan para dai se-Jabodetabek yang diselenggarakan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung MUI Jalan Proklamasi 51, Jakarta, Selasa (16/5/2023). Silaturrahim dan halaqah ini mengangkat tema “Urgensi Peran Dai dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam Menjaga Ukhuwwah di Tahun Politik”.
KH Cholil menjelaskan tujuan acara tersebut agar para pengurus masjid dan para dai menyadari tahun politik rawan terjadi perpecahan umat. Itu diakibatkan preferensi politik yang berbeda. Maka itu, para dai dan pengurus masjid harus menyamakan visi dalam menggunakan masjid sebagai tempat berdakwah yang mempersatukan umat.
Baca juga:KH Cholil Nafis Harap Khatib Muda Harus Berwawasan Global
“Kegiatan ini membangun kesamaan visi antar dai dan pengurus masjid untuk tidak menjadikan masjid sebagai arena kampanye politik praktis dan penyebaran politik yang dapat memecahbelah umat untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat, mengingat masjid adalah tempat ibadah semua golongan umat muslim. Tujuannya adalah untuk menciptakan terjalinnya ukhuwwah, Indonesia damai dan kokohnya NKRI,” kata Cholil.
Pada 2023–2024 bagi Indonesia disebut tahun politik. Karena pada tahun ini tensi politik Indonesia meninggi sehubungan akan dilaksanakannya pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD RI.
Berdasarkan pengalaman Pilkada DKI 2017 dan Pemilu 2019, menjelang pemilu digelar terjadi kerawanan sosial. Itu karena terjadinya politik yang memecah-belah umat. Hal itu mengakibatkan polarisasi dari sisi agama, ras, suku, antar golongandan lain-lain.
Hal itu disampaikan dalam silaturahmi dengan DKM dan para dai se-Jabodetabek yang diselenggarakan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung MUI Jalan Proklamasi 51, Jakarta, Selasa (16/5/2023). Silaturrahim dan halaqah ini mengangkat tema “Urgensi Peran Dai dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam Menjaga Ukhuwwah di Tahun Politik”.
KH Cholil menjelaskan tujuan acara tersebut agar para pengurus masjid dan para dai menyadari tahun politik rawan terjadi perpecahan umat. Itu diakibatkan preferensi politik yang berbeda. Maka itu, para dai dan pengurus masjid harus menyamakan visi dalam menggunakan masjid sebagai tempat berdakwah yang mempersatukan umat.
Baca juga:KH Cholil Nafis Harap Khatib Muda Harus Berwawasan Global
“Kegiatan ini membangun kesamaan visi antar dai dan pengurus masjid untuk tidak menjadikan masjid sebagai arena kampanye politik praktis dan penyebaran politik yang dapat memecahbelah umat untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat, mengingat masjid adalah tempat ibadah semua golongan umat muslim. Tujuannya adalah untuk menciptakan terjalinnya ukhuwwah, Indonesia damai dan kokohnya NKRI,” kata Cholil.
Pada 2023–2024 bagi Indonesia disebut tahun politik. Karena pada tahun ini tensi politik Indonesia meninggi sehubungan akan dilaksanakannya pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD RI.
Berdasarkan pengalaman Pilkada DKI 2017 dan Pemilu 2019, menjelang pemilu digelar terjadi kerawanan sosial. Itu karena terjadinya politik yang memecah-belah umat. Hal itu mengakibatkan polarisasi dari sisi agama, ras, suku, antar golongandan lain-lain.