LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)
, KH Cholil Nafis, mengajak para dai dan khatib muda memiliki wawasan yang luas dan global. Wawasan itu akan memperkaya saat menyampaikan materi khutbah.
KH Cholil Nafis menyampaikan hal tersebut dalam acara Training Intensif Calon Khatib Muda Indonesia (TICKMI) I pada 12-13 Mei 2023). Acara tersebut digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan dua pesantren yakni Pesantren Al-Washiyyah dan Yayasan Tahfidz Turkey Sulaimaniyah.
"Kita harus punya wawasan yang luas, globalisasi Islam," kata KH Cholil seperti ditayangkan TVMUI, dikutip Sabtu (13/5/2023).
Baca juga:
Wapres Minta Kemenag-MUI Respons Polemik Al Zaytun, Cholil Nafis Siap MelaksanakanDia menjelaskan, pemikiran luas diperlukan oleh para dai dan khatib. Itu karena para khatib muda akan dihadapkan pada pemikiran yang ekstrem. Bisa saja ekstrem kanan (fundamentalis) atau ekstrem kiri (liberalis).
"Ada yang semuanya boleh, ada juga yang memandang semuanya enggak boleh, sekarang ada radikal kanan dan radikal kiri, sama-sama ngamuk," ujar KH Cholil.
Karakter berwawasan luas akan menempatkan khatib di tengah-tengah, wasthiyah Islam (Islam moderat), adil, dan proporsional. Selain itu, KH Cholil menegaskan, khatib harus memiliki kompetensi.
Secara teknis, seorang khatib harus memiliki bacaan Al-Qur'an sesuai ilmu tajwib, memahami hadits, dan memahami pendapat ulama. Para khatib juga harus menanamkan cinta Tanah Air dalam dirinya, karena negara tidak hanya membutuhkan militer untuk pertahanan, tapi juga membutuhkan ulama untuk keamanan negara dari perang pemikiran.
"Maka teman-teman sekalian kalau khutbah, saat itu teman-teman sedang menjaga pertahanan negeri ini, untuk membela negeri ini dan cinta negara bagian dari iman," ungkap KH Cholil.
(ori)