Makcik Sabariah Hussein, Muslimah Dermawan Memberi Makan Ribuan Penduduk
Tim langit 7
Jum'at, 19 Mei 2023 - 12:30 WIB
Makcik Sabariah Hussein, mus,muslimah dermawan memberi makan ribuan warga.Foto/ist
Sabariah Binti Hussein adalah seorang muslimah asal Malaysia yang dikenal sangat dermawan. Muslimah yang akrab disapa Makcik Sabariah Husssein ini setiap hari memberi makan kepada ribuan orang yang membutuhkan di Kanada.
Jiwa sosialnya mulai tampak saat Makcik Sabariah hijrah dari Negeri Jiran ke Kanada pada tahun 1980-an. Berbekal ilmu memasak yang diperoleh dari kursus di Malaysia, dia berangkat ke Kanada dengan niat mulia dan bergabung dengan sejumlah komunitas muslim.
Dia mengawalinya dengan memasan ribuan porsi makanan untuk disebarkan ke masjid-masjid. Dia juga menyalurkan bantuan makanan itu kepada siapa saja yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang agama maupun status sosial.
Baca juga: Siti Aisyah, Muslimah yang Hobi Wakaf hingga Miliaran Rupiah
Melatih Guru dan ABK
Mengutip Channelmuslim.com, selain memberi makanan kepada ribuan orang, Makcik Sabariah juga melatih guru untuk sekolah dengan siswa atau anak berkebutuhan khusus (ABK) di Singapura.
Suatu hari ia membaca sebuah lowongan guru di Montreal, Kanada dan mengajukan dirinya untuk bekerja di sana.
Jiwa sosialnya mulai tampak saat Makcik Sabariah hijrah dari Negeri Jiran ke Kanada pada tahun 1980-an. Berbekal ilmu memasak yang diperoleh dari kursus di Malaysia, dia berangkat ke Kanada dengan niat mulia dan bergabung dengan sejumlah komunitas muslim.
Dia mengawalinya dengan memasan ribuan porsi makanan untuk disebarkan ke masjid-masjid. Dia juga menyalurkan bantuan makanan itu kepada siapa saja yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang agama maupun status sosial.
Baca juga: Siti Aisyah, Muslimah yang Hobi Wakaf hingga Miliaran Rupiah
Melatih Guru dan ABK
Mengutip Channelmuslim.com, selain memberi makanan kepada ribuan orang, Makcik Sabariah juga melatih guru untuk sekolah dengan siswa atau anak berkebutuhan khusus (ABK) di Singapura.
Suatu hari ia membaca sebuah lowongan guru di Montreal, Kanada dan mengajukan dirinya untuk bekerja di sana.