home edukasi & pesantren

Fitnah Kehidupan (Bagian 1 )

Selasa, 23 Mei 2023 - 06:51 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Surah Al-Kahf atau surah ke 18 Al-Qur’an menjadi salah satu surah yang istimewa dan populer. Surah ini memiliki keutamaan-keutamaan yang luar biasa sehingga disunnahkan untuk dibaca setiap Jumat oleh baginda Rasulullah SAW.

Lebih jauh dari itu Surah Al-Kahf mengandung hikmah-hikmah kehidupan yang luar biasa. Surah yang diyakini padanya terletak “pusar” Al-Qur’an dengan kalimat “وليتلطف" itu mengandung semua arahan kehidupan, dari perihal akidah, ubudiyah, mu’amalat, tatakrama (etika) hingga ke sejarah. Yang semua itu tentunya mengantar kepada informasi tentang kehidupan ukhrawi pasca kehidupan sementara ini.

Salah satu hikmah terbesar yang kita ambil sebagai kesimpulan dari Surah Al-Kahf adalah ragam bentuk ujian atau cobaan (fitnah) dalam kehidupan manusia. Ujian atau fitnah yang dapat menimpa insan-insan yang beriman dan bergelar Mukmin/Muslim itu. Gelar keimanan dan keislaman bukan imunitas dari ujian dan cobaan itu. Iman dan Islam adalah petunjuk (guide) untuk menghadapi ujian dan cobaan itu.

Ada empat bentuk fitnah yang tersarikan dari empat kisah populer. Yaitu kisah As-Ashabul Kahfi (penghuni gua), kisah nabi Musa dan Al-Khidr, kisah pemilik kebun yang subur, dan kisah Dzulqarnain. Setiap kisah ini menggambarkan atau mewakili bentuk tertentu dari fitnah yang mengancam manusia.

Baca juga:Syekh Nawawi al-Bantani, Ulama Besar Indonesia Penulis 115 Kitab

Pertama, fitnah dalam beragama.

Kisah pertama yang disebutkan di surah ini adalah kisah Ashabul Kahf. Nama surah ini sendiri diambil dari kata yang terletak di salah satu ayat pada kisah ini: اذ اوي الي الكهف (ketika mereka bersembunyi di gua itu).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
fitnah surah al kahfi kehidupan imam shamsi ali
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya