Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home sosok muslim detail berita

Syekh Nawawi al-Bantani, Ulama Besar Indonesia Penulis 115 Kitab

tim langit 7 Selasa, 23 Mei 2023 - 05:00 WIB
Syekh Nawawi al-Bantani, Ulama Besar Indonesia Penulis 115 Kitab
Syeh Nawawi al Bantani, ulama besar Indonesia yang menulis 115 kitab.Foto/lukisan ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Haul ke-130 Syekh Nawawi al-Bantani diperingati di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara Banten, Jumat malam (19/05/2023) lalu. Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara tersebut. Termasuk Wakil Presiden KH Makruf Amin dan beberapa menteri serta tokoh penting lainnya.

Nama Syekh Nawawi al-Bantani cukup masyhur di Indonesia, bahkan dunia. Siapa sesungguhnya ulama dari Banten ini?

Syekh Nawawi al-Bantani adalah salah seorang 'ulama besar asal Indonesia yang mendunia. Dia menjadi Imam Masjidil Haram di Saudi Arabia.

Bergelar al-Bantani karena berasal dari Banten, Indonesia. Ia adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, jumlah karyanya tidak kurang dari 115 kitab yang meliputi bidang ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis.

Lahir di Tanara, Serang, sekitar tahun 1230 Hijriyah atau 1813 Masehi. Wafat di Mekkah, Hijaz, sekitar tahun 1314 Hijriyah atau 1897 Masehi.

Baca juga:3 Ulama Indonesia Pernah Jadi Imam Besar Masjidil Haram

Al Bantani adalah sulung dari tujuh bersaudara, yaitu Ahmad Syihabudin, Tamim, Said, Abdullah, Tsaqilah dan Sariyah. Ia merupakan generasi ke-12 dari Sultan Maulana Hasanuddin, raja pertama Banten Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Nasabnya melalui jalur Kesultanan Banten ini sampai kepada Nabi Muhammad ?.

Karena kemasyhurannya, Syekh Nawawi al-Bantani kemudian dijuluki Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin Ulama Hijaz), al-Imam al-Muhaqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq (Imam yang Mumpuni ilmunya), A'yan Ulama al-Qarn al-Ram Asyar li al-Hijrah (Tokoh Ulama Abad 14 Hijriyah), hingga Imam Ulama al-Haramain, (Imam 'Ulama Dua Kota Suci).
Biografi

Dia adalah sulung dari tujuh bersaudara, yaitu Ahmad Syihabudin, Tamim, Said, Abdullah, Tsaqilah dan Sariyah. Ia merupakan generasi ke-12 dari Sultan Maulana Hasanuddin, raja pertama Banten Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Nasabnya melalui jalur Kesultanan Banten ini sampai kepada Nabi Muhammad ?.

Ayah Syekh Nawawi merupakan seorang Ulama lokal di Banten, Syekh Umar bin Arabi al-Bantani, sedangkan ibunya bernama Zubaedah, seorang ibu rumah tangga biasa. Syaikh Nawawi menikah dengan Nyai Nasimah, gadis asal Tanara, Serang dan dikaruniai 3 orang anak: Nafisah, Maryam, Rubi'ah. Sang istri wafat mendahului dia.

Ada yang menyebut beliau dengan nama Nawawi Banten, ada pula yang menyebutnya Nawawi Tanara, karena lahir di Kampung Tanara. Dalam sebagian bukunya tertulis nama Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi.

Al-Jawi berarti orang Jawa atau orang dari pulau Jawa yang meliputi Banten. Ayah Nawawi bernama Umar bin Araby dan ibunya bernama Zubaidah. Keduannya adalah penduduk asli Desa Tanara Serang Jawa Barat.

Baca juga:Makcik Sabariah Hussein, Muslimah Dermawan Memberi Makan Ribuan Penduduk

Secara genologis, Syekh Nawawi merupakan keturunan ke-12 dari Maulana syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) Cirebon. Sejak kecil Syaikh Nawawi banyak belajar Al-Qur'an dan dasar-dasar ilmu agama Islam kepada ayahnya.

Setelah belajar dengan ayahnya, beliau berguru kepada KH Sahal dan Raden Haji Yusuf selama enam tahun. Setelah itu beliau kembali ke Tanara dan kemudian mulai berdakwah mengajarkan ilmu agama ke tengah masyarakat.

Di usianya yang menginjak 15 tahun, Syaikh Nawawi menunaikan ibadah haji dan menimba ilmu kepada sejumlah ulama masyhur di Mekkah. Setelah tiga tahun bermukim dan mempelajari ilmu agama di Mekkah, Syaikh Nawawi pulang ke Banten pada Tahun 1828.

Sesampainya di Tanah Air, beliau menyaksikan penjajahan yang terjadi di wilayahnya. Sejak saat itu, semangat jihad untuk membela kaum Muslimin di daerahnya pun menggelora. Terlebih ketika menyaksikan beberapa santrinya yang juga terkena imbas dari kekejaman penjajah.

Sebagai tokoh ulama yang dihormati, Syaikh Nawawi mengobarkan semangat untuk melawan penjajahan Belanda melalui khutbah. Hal ini membuat pihak Belanda mengawasi secara ketat atas pergerakan dari Syaikh Nawawi.

Puncaknya pada 1830, Syaikh Nawawi diusir dari tempat tinggalnya dan kembali ke Mekkah. Begitu sampainya di Mekkah, beliau kembali memperdalam ilmu agama kepada guru-gurunya yang masyhur.

Menetap di Mekkah Syaikh Nawawi mulai masyhur ketika menetap di Syib Ali, Mekkah. Beliau mulai mengajarkan ilmunya dan semakin lama jumlahnya bertambah banyak.

Selain itu Syaikh Nawawi dipercaya menjadi pengajar di Masjidil Haram, Mekkah kurang lebih selama 10 tahun, dari Tahun 1860 hingga 1870.

Di tengah kesibukannya mengajar ilmu agama, Syaikh Nawawi menulis beberapa kitab di antaranya, Al-'Aqd As-Samin Syarah Fath Al-Mubin Sullam Al-Munâjah Syarah Safinah As-Shalah; Al-Munir; Ats-Tsamar Ay-Yani'ah Syarah Ar-Riyadl Al-Badi'ah.

Sejak mengajar di Masjidil Haram, muridnya pun berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Beliau dikenal sebagai ulama yang menguasai ilmu Tauhid, fiqih, tafsir, dan tasawuf. (Diolah dari berbagai sumber)

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)