home global news

Cholil Nafis Tegaskan Masjid Tak Boleh Jadi Arena Politik Praktis

Senin, 29 Mei 2023 - 14:00 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis, menegaskan, masjid tidak boleh dijadikan arena politik praktis.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam acara Silaturahmi dan Khalaqah yang digelar Komisi Dakwah MUI Kota bandung dengan Universitas Pasundan (Unpas) di Gedung Rektorat Universitas Pasundan Bandung, Ahad (28/5/2023).

Dalam acara tersebut, KH Cholil menekankan pentingnya peran dai dan pengurus masjid dapat menjaga ukhuwah di tahun politik. Dia mengajak para dai dan DKM menjadikan masjid sebagai pusat penyatuan umat di tahun politik.

Mengingat, kata dia, biasanya di tahun-tahun politik banyak pihak yang ingin mencari suara di masjid. Bahkan, tak jarang ada calon tertentu yang rajin ke masjid menjelang pemilu. Saat tidak terpilih sudah tidak pernah ke masjid lagi.

Baca juga:Pemilu 2024 Masih Terjebak pada Agenda Rutinitas Politik

"Yang terpenting tidak memandang orang di luar dirinya itu sebagai musuh atau sampai menghukumi dengan hukum tertentu, misal munafik, kafir, dan lain sebagainya. Atau sikap-sikap yang merasa paling benar sendiri," kata KH Cholil saat menyampaikan keynote speech.

Dia menjelaskan perbedaan antara politik identitas dan identitas politik. Kalau identitas politik itu boleh. Warga masyarakat boleh memilih pemimpin berdasarkan identitas yang melekat kepadanya, apakah karena satu daerah, satu agama, atau satu kepentingan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid mui politik kh cholil nafis
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya