LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Pemilu 2024 bukan hanya sebagai bagian dari rutinitas pesta demokrasi lima tahunan. Lebih dari tiu, Pemilu 2024 diharapkan terpilih pemimpin dan wakil rakyat yang berpihak pada masyarakat lemah, menguatnya pemilih muda yang cerdas, antipolitik uang, dan menguatkan politik dan diskursus di era demokrasi.
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjito, mengatakan, penyelenggaraan Pemilu 2024 seharusnya bisa lebih baik dibandingkan pemilu sebelumnya.
Sebab, idealnya setiap penyelenggaraan pemilu memiliki terobosan baru seperti menguatkan diskusi dan kontestasi politik, adu gagasan bukan sebaliknya munculnya politik uang, depolitisasi, oligarki politik dan politik identitas.
Namun, dalam beberapa tahun belakangan ini, depolitisasi semakin menguat di kalangan antarpartai.
Baca juga:
Deni Indrayana: MK Bakal Putuskan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup"Depolitisasi melahirkan pemilu jadi agenda rutinitas. Mari kita kembalikan pertarungan antarpartai itu bukan lagi konspirasi membentuk blok politik, tapi bertarung ide dan gagasan," ujar Arie dalam Diskusi Pojok Bulaksumur bertema Pemilu 2024: Antara Penegakan Hukum dan Keberpihakan Ekonomi di UGM, dikutip Senin (29/5/2023)
Arie mengkritisi KPU sebagai penyelenggara pemilu terjebak pada hal teknis dan prosedural. Namun, KPU tidak menguatkan kualitas pemilu dengan melakukan edukasi ke calon pemilih muda, edukasi larangan politik uang hingga mencegah terjadinya kampanye politik identitas.
“Jika pemilu terus begini, yang terjadi hanya pergantian formasi, pergantian orang dan rutinitas. Pemilu kita terjebak pada rutinitas, terjebak pada teknokrasi,” ujar Arie.
Selain itu, Arie juga mengkritik bahwa partai selama ini tidak menguatkan perannya dalam melahirkan calon pemimpin berkualitas, namun berebut mencari aktor politik dari kalangan pengusaha atau mantan tentara yang berasal dari luar partainya.
“Seharusnya di era reformasi, peran partai itu menguat dalam melahirkan calon pemimpin bangsa. Elite politik kita harus keluar dari zona nyaman dari rutinitas pemilu ini,” kata Arie
(ori)