Diberi Gelar Doktor, UAH: Pendidikan Islam Bisa Lahirkan Negara Maju
Muhajirin
Rabu, 31 Mei 2023 - 08:11 WIB
Ustadz Adi Hidayat (dua kiri) dan Ketua PP Muhamadiyah Haedar Nashir (dua kanan) saat penganugerahan Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menganugerahi Ustadz Adi Hidayat (UAH) gelar kehormatan akademik, Doktor Honoris Causa (HC) Manajemen Pendidikan Islam.
Dalam acara pengukuhan, UAH menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Al-Qur'an dan Sunnah, serta Implementasinya Menuju Pendidikan Berkemajuan".
UAH menjabarkan, pendidikan Islam berbasis Al-Qur'an dan Sunnah merupakan satu-satunya alternatif bagi umat muslim mewujudkan tujuan Islam serta penunaian tugas manusia di muka bumi sebagai khalifatullah fil ardh. Maka itu, diperlukan manajemen tarbiyah (pendidikan) yang shahih.
Sepanjang sejarah, para nabi sejak Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW, nilai-nilai Islam telah diinternalisasi ke dalam diri mereka. Itu untuk membimbing umat manusia menciptakan kehidupan dunia yang ideal dan damai.
Setelah Rasulullah SAW wafat, nilai-nilai utama itu telah disisipkan di dalam Al-Qur'an sebagai pedoman. Para ulama di berbagai periode berikutnya mengkodifikasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman utama menjawab problematikan kehidupan sekaligus menuntun pada peradaban utama yang tinggi.
Baca juga:Kisah Jemaah Haji Usia 100 Tahun, Rela Jual Tanah Demi ke Tanah Suci
Dari Al-Qur'an, para ulama mampu menyusun jawaban atas persoalan pendidikan, tata niaga, pengembangan IPTEK, tata negara, hukum pidana, hukum acara, hingga strategi militer yang semuanya terekam dalam sejarah kegemilangan peradaban Islam di berbagai belahan dunia.
Dalam acara pengukuhan, UAH menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Al-Qur'an dan Sunnah, serta Implementasinya Menuju Pendidikan Berkemajuan".
UAH menjabarkan, pendidikan Islam berbasis Al-Qur'an dan Sunnah merupakan satu-satunya alternatif bagi umat muslim mewujudkan tujuan Islam serta penunaian tugas manusia di muka bumi sebagai khalifatullah fil ardh. Maka itu, diperlukan manajemen tarbiyah (pendidikan) yang shahih.
Sepanjang sejarah, para nabi sejak Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW, nilai-nilai Islam telah diinternalisasi ke dalam diri mereka. Itu untuk membimbing umat manusia menciptakan kehidupan dunia yang ideal dan damai.
Setelah Rasulullah SAW wafat, nilai-nilai utama itu telah disisipkan di dalam Al-Qur'an sebagai pedoman. Para ulama di berbagai periode berikutnya mengkodifikasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman utama menjawab problematikan kehidupan sekaligus menuntun pada peradaban utama yang tinggi.
Baca juga:Kisah Jemaah Haji Usia 100 Tahun, Rela Jual Tanah Demi ke Tanah Suci
Dari Al-Qur'an, para ulama mampu menyusun jawaban atas persoalan pendidikan, tata niaga, pengembangan IPTEK, tata negara, hukum pidana, hukum acara, hingga strategi militer yang semuanya terekam dalam sejarah kegemilangan peradaban Islam di berbagai belahan dunia.