MUI Minta Masyarakat Utamakan Moralitas dalam Menggapai Tujuan Politik
Muhajirin
Selasa, 20 Juni 2023 - 15:30 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis meminta masyarakat mengutamakan moralitas dalam menggapai tujuan politik
Dia menyampaikan hal tersebut dalam acara Silaturahmi dan Halaqah Dakwah dengan tema Urgensi Peran dai dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam menjaga ukhuwa di tahun politik. Acara yang menghadirkan 100 dai ini bertempat di Aula Serbaguna Walikota Jakarta pusat, Senin (19/6/2023).
Menurut Kyai Cholil, kunci terjaganya perdamaian pada tahun politik adalah para politisi berpolitik dengan mengedepankan akhlaqul karimah. Hal itu juga harus diikuti oleh para pendukung para kontestan politik.
"Dengan akhlaqul karimah maka siapapun yang berkecimpung di politik akan punya rambu-rambu universal sebagai penggendali hasrat politiknya, sehingga berpolitik tidak asal mencapai tujuannya, tetapi melalui proses yang luhur," jelas Kyai Cholil.
Baca juga:Ketua MUI Cholil Nafis Desak Pemerintah Proses Hukum Al-Zaytun
Kyai Cholil menegaskan, terkait preferensi politik, orang dapat memilih berdasar selera masing-masing. Bisa karena kesamaan suku, agama, ras atau hal-hal lain. Itu karena adanya pertemuan emosi.
"Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana satu sama lain tetap saling menghargai dan menghormati," katanya.
Dia menyampaikan hal tersebut dalam acara Silaturahmi dan Halaqah Dakwah dengan tema Urgensi Peran dai dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam menjaga ukhuwa di tahun politik. Acara yang menghadirkan 100 dai ini bertempat di Aula Serbaguna Walikota Jakarta pusat, Senin (19/6/2023).
Menurut Kyai Cholil, kunci terjaganya perdamaian pada tahun politik adalah para politisi berpolitik dengan mengedepankan akhlaqul karimah. Hal itu juga harus diikuti oleh para pendukung para kontestan politik.
"Dengan akhlaqul karimah maka siapapun yang berkecimpung di politik akan punya rambu-rambu universal sebagai penggendali hasrat politiknya, sehingga berpolitik tidak asal mencapai tujuannya, tetapi melalui proses yang luhur," jelas Kyai Cholil.
Baca juga:Ketua MUI Cholil Nafis Desak Pemerintah Proses Hukum Al-Zaytun
Kyai Cholil menegaskan, terkait preferensi politik, orang dapat memilih berdasar selera masing-masing. Bisa karena kesamaan suku, agama, ras atau hal-hal lain. Itu karena adanya pertemuan emosi.
"Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana satu sama lain tetap saling menghargai dan menghormati," katanya.