Rachmat Gobel: BPJS Kesehatan Ikut Tentukan Kesuksesan Bonus Demografi
Tim langit 7
Ahad, 25 Juni 2023 - 08:54 WIB
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel.Foto/ist
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, mengingatkan, bonus demografi merupakan modal untuk membawa sebuah bangsa menjadi bangsa besar dan menjadi bangsa maju. “Dan BPJS Kesehatan ikut menentukan kesuksesan bonus demografi,” katanya, Sabtu (24/6/2023).
Hal itu disampaikan saat berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Acara yang diselenggaran oleh BPJS Kesehatan itu menghadirkan Rachmat Gobel selaku wakil rakyat dari daerah pemilihan Gorontalo.
Acara itu dihadiri Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gorontalo Djamal Ardiansyah dan Wakil Bupati Bone Bolango Merlan Uloli. Djamal menyampaikan pada tahun 2022, ada 1,8 juta pelayanan kesehatan untuk seluruh Gorontalo. Mereka dilayani oleh 20 rumah sakit dan 158 fasilitas kesehatan tingkat pertama serta menelan biaya Rp 500 miliar.
“Percuma banyak duit atau banyak aset jika orangnya pada sakit,” kata Gobel.
Baca juga:Kriteria Capres-Cawapres Ideal Versi Muhammadiyah
Menurutnya, sebuah bangsa jika masyarakatnya sakit dan negara tak bisa menjamin kesehatan masyarakatnya akan terperosok kembali ke dalam ketertinggalan dan kemiskinan. Padahal, katanya, bonus demografi hanya terjadi sekali dalam sejarah.
Bonus demografi di Indonesia akan berakhir pada sekitar pertengahan tahun 2030-an. Karena itu Indonesia sedang berkejaran dengan waktu memanfaatkan situasi bonus demografi tersebut.
Hal itu disampaikan saat berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Acara yang diselenggaran oleh BPJS Kesehatan itu menghadirkan Rachmat Gobel selaku wakil rakyat dari daerah pemilihan Gorontalo.
Acara itu dihadiri Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gorontalo Djamal Ardiansyah dan Wakil Bupati Bone Bolango Merlan Uloli. Djamal menyampaikan pada tahun 2022, ada 1,8 juta pelayanan kesehatan untuk seluruh Gorontalo. Mereka dilayani oleh 20 rumah sakit dan 158 fasilitas kesehatan tingkat pertama serta menelan biaya Rp 500 miliar.
“Percuma banyak duit atau banyak aset jika orangnya pada sakit,” kata Gobel.
Baca juga:Kriteria Capres-Cawapres Ideal Versi Muhammadiyah
Menurutnya, sebuah bangsa jika masyarakatnya sakit dan negara tak bisa menjamin kesehatan masyarakatnya akan terperosok kembali ke dalam ketertinggalan dan kemiskinan. Padahal, katanya, bonus demografi hanya terjadi sekali dalam sejarah.
Bonus demografi di Indonesia akan berakhir pada sekitar pertengahan tahun 2030-an. Karena itu Indonesia sedang berkejaran dengan waktu memanfaatkan situasi bonus demografi tersebut.