Perbedaan Bersifat Pasti, tapi Islam Bawa Ketentraman dan Kedamaian
Muhajirin
Selasa, 11 Juli 2023 - 20:15 WIB
ilustrasi
Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr KH Abdul Halim Sholeh, menjabarkan, perbedaan sudah menjadi sunnatullah di muka bumi. Maka itu, Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan seluruh isinya memberikan tuntunan hidup berupa Islam agar tercapai kehidupan tentram yang penuh kedamaian.
"Kehadiran Islam bagi umat manusia adalah untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian dunia," kata Halim saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Selasa (11/7/2023).
Perbedaan memang menjadi hal yang lumrah dan wajar terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Allah telah menakdirkan hamba-Nya hidup dalam perbedaan dan keragaman. Perbedaan merupakan sesuatu yang alamiah dan universal. Namun, perbedaan tidak boleh menodai kedamaian.
Perbedaan tidak boleh dijadikan dasar pembenaran bagi siapa saja untuk mengusik atau mengganggu ketentraman dan kedamaian hidup orang lain. Tidak terkecuali ketentraman dan kedamaian orang-orang yang selalu berseberangan prinsip dengan keislaman umat muslim.
Baca juga:Mengintip Pengembangan Pesantren Ala Muhammadiyah
Sejarah kehidupan pada zaman Rasulullah SAW mengajarkan banyak tuntunan bagaimana prinsip kedamaian harus dijunjung tinggi, diletakkan pada prioritas utama. Bahkan, hak-hak hukum seseorang dianjurkan untuk tidak mengorbankan kepentingan orang lain.
"Islam mengajarkan bahwa walaupun suatu perkara hukum diselesaikan melalui jalur pengadilan, Islam tetap menekankan semangat kedamaian dan semangat saling pengertian," ujar Halim.
"Kehadiran Islam bagi umat manusia adalah untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian dunia," kata Halim saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Selasa (11/7/2023).
Perbedaan memang menjadi hal yang lumrah dan wajar terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Allah telah menakdirkan hamba-Nya hidup dalam perbedaan dan keragaman. Perbedaan merupakan sesuatu yang alamiah dan universal. Namun, perbedaan tidak boleh menodai kedamaian.
Perbedaan tidak boleh dijadikan dasar pembenaran bagi siapa saja untuk mengusik atau mengganggu ketentraman dan kedamaian hidup orang lain. Tidak terkecuali ketentraman dan kedamaian orang-orang yang selalu berseberangan prinsip dengan keislaman umat muslim.
Baca juga:Mengintip Pengembangan Pesantren Ala Muhammadiyah
Sejarah kehidupan pada zaman Rasulullah SAW mengajarkan banyak tuntunan bagaimana prinsip kedamaian harus dijunjung tinggi, diletakkan pada prioritas utama. Bahkan, hak-hak hukum seseorang dianjurkan untuk tidak mengorbankan kepentingan orang lain.
"Islam mengajarkan bahwa walaupun suatu perkara hukum diselesaikan melalui jalur pengadilan, Islam tetap menekankan semangat kedamaian dan semangat saling pengertian," ujar Halim.