Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Perbedaan Bersifat Pasti, tapi Islam Bawa Ketentraman dan Kedamaian

Muhajirin Selasa, 11 Juli 2023 - 20:15 WIB
Perbedaan Bersifat Pasti, tapi Islam Bawa Ketentraman dan Kedamaian
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr KH Abdul Halim Sholeh, menjabarkan, perbedaan sudah menjadi sunnatullah di muka bumi. Maka itu, Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan seluruh isinya memberikan tuntunan hidup berupa Islam agar tercapai kehidupan tentram yang penuh kedamaian.

"Kehadiran Islam bagi umat manusia adalah untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian dunia," kata Halim saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Selasa (11/7/2023).

Perbedaan memang menjadi hal yang lumrah dan wajar terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Allah telah menakdirkan hamba-Nya hidup dalam perbedaan dan keragaman. Perbedaan merupakan sesuatu yang alamiah dan universal. Namun, perbedaan tidak boleh menodai kedamaian.

Perbedaan tidak boleh dijadikan dasar pembenaran bagi siapa saja untuk mengusik atau mengganggu ketentraman dan kedamaian hidup orang lain. Tidak terkecuali ketentraman dan kedamaian orang-orang yang selalu berseberangan prinsip dengan keislaman umat muslim.

Baca juga:Mengintip Pengembangan Pesantren Ala Muhammadiyah

Sejarah kehidupan pada zaman Rasulullah SAW mengajarkan banyak tuntunan bagaimana prinsip kedamaian harus dijunjung tinggi, diletakkan pada prioritas utama. Bahkan, hak-hak hukum seseorang dianjurkan untuk tidak mengorbankan kepentingan orang lain.

"Islam mengajarkan bahwa walaupun suatu perkara hukum diselesaikan melalui jalur pengadilan, Islam tetap menekankan semangat kedamaian dan semangat saling pengertian," ujar Halim.

Halim menegaskan, Islam merupakan jalan damai, ajaran ilahiyah yang bermuara pada kedamaian. Sejalan dengan prinsip ini, Islam sangat mendorong untuk berjiwa pemaaf, karena maaf sangat dekat dengan ketakwaan. Hal itu diisyaratkan Al-Qur'an dalam Surah Al-Baqarah ayat 237.

"Jiwa pemaaf, kepasrahan yang tulus merupakan sumber kedamaian, dan ia merupakan salah satu rumpun rangkuman ajaran dasar Islam," ungkap Halim.

Dengan semangat ajaran Islam, kualitas iman dalam kehidupan seorang muslim harus diukur dari kualitas dan kuantitas ketentraman dan kedamaian yang dirasakan semua orang yang hidup bertetangga, bersinggungan, atau berinteraksi dengannya. Bukanlah seorang muslim yang baik jika kehidupan pribadi atau sosialnya menjadi sumber malapetaka dan keresahan orang lain.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah mengingatkan, sebagaimana yang direkam oleh Abullah bin Amr bin al ‘Ash:

“Seorang muslim (yang baik) adalah individu yang orang muslim lainnya merasa nyaman, tentram dan damai dari ucapan dan perilakunya”.

Begitu indah Islam meletakkan dasar kehidupan bermasyarakat. Begitu jeli dan antisipatif Rasulullah SAW menuntun umat manusia agar tercipta ketenteraman dan kedamaian hidup. Prinsip seperti digariskan oleh hadits di atas harus direnungkan ketika ideologi dan semangat keakuan, egoisme, sektarian begitu didengungkan, yaitu semangat ideologi kehidupan modern yang rentan terhadap pertentangan.

"Saat ini Islam sebagai agama yang damai cenderung dilupakan, minimal terpinggirkan dari pusat kesadaran keagamaan," ujar Halim.

Islam sebagai agama yang hadir dengan prinsip kasih sayang (mahabbah), kebersamaan (ijtima’iyyah), persamaan (musawah), keadilan (‘adalah), dan persaudaraan (ukhuwah), ditengah budaya kekerasan dan permusuhan di komunitas Arab Jahiliyah.

Islam jalan keselamatan, kedamaian dan ketentraman, semangat kasih-sayang dapat melebur dan meredam kebencian dan permusuhan. Dalam bingkai semangat kebersamaan, Islam meletakkan prinsip lain, yaitu setiap hak hukum dalam Islam harus mengedepankan dimensi kebersamaan. Pilihan hakhak secara moral tidak boleh mengancam ikatan kebersamaan.

"Dengan semangat persamaan, Islam membenci sikap dan prilaku yang membeda-bedakan orang atas dasar stratifikasi sosial, yaitu diskriminatif. Melalui ajaran keadilan, Islam ingin menciptakan susana hidup yang tidak pillih kasih," tutur Halim.

Melalui semangat persaudaraan, Islam memecahkan dan mencairkan kebekuan hubungan sosial antar sesama umat manusia. Semua prinsip di atas merupakan dasar munculnya ketentraman dan kedamaian.

Dari sisi lain, Islam dapat dipahami sebagai sumber kedamaian dan jalan damai, walaupun realitasnya masih belum begitu menggembirakan.

Baca juga:3 Prinsip Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan di IKN

Dr, Yusuf al-Qardhowi dalam bukunya “Iman wal Hayah” (Iman dan Kehidupan) menjabarkan beberapa prinsip yang merupakan akar rumpun kedamaian di atas.

1. Kebebasan Nurani
Di antara buah kasih sayang yang ditanamkan oleh iman dalam hati dan kehidupan seorang muslim adalah kebebasan nurani dari tarikan kekuatan iri hati dan dengki. Cahaya iman yang merupakan mesin penggerak kedamaian menghancurkan bibit atau potensi kebencian dan permusuhan.

2. Memaafkan dan Bermurah Hati
Seorang muslim yang baik tidak menaruh dendam dan permusuhan, karena dia suka memberi maaf dan bermurah hati. Dia sanggup menahan kemarahan walau berkuasa, berhak dan mampu melaksanakannya. Dia berlapang hati, walaupun benar.

Orang beriman tidak mendengki, tidak mendendam, tidak memendam kebencian, karena rasa dengki, kebencian, dan dendam adalah benih permusuhan yang ditaburkan iblis. Benih-benih negatif yang menghambat ketentraman dan kedamaian.

Sebaliknya, persaudaraan, kebersamaan, cinta, dan kasih sayang serta hati bersih adalah taman surgawi yang bermuara dari Allah SWT.

3. Mendahulukan Kepentingan Saudara Muslim
Seorang muslim yang baik lebih mendahulukan dan mengutamakan kepentingan saudaranya, daripada keperluan sendiri. Dalam kaitan ini, pada zaman Rasulullah SAW, kaum Anshar memberi bantuan terhadap saudaranya kaum Muhajirin, sehingga tercipta persaudaraan yang sangat erat berdasarkan jiwa dan semangat kasih sayang, serta keikhlasan.

"Prinsip-prinsip yang bermuara pada kedamaian di atas menjadi potensi Islam yang sangat positif pada saat ini, terutama ketika kita sering dihadapkan pada dilema dan realitas sosial-politik yang mengganggu irama kehidupan," ujar Halim.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)