Rektor UII: Kemanusiaan Berada di Jantung Psikologi Islam
Muhajirin
Kamis, 13 Juli 2023 - 15:20 WIB
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Fathul Wahid
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Fathul Wahid, mengatakan, kemanusiaan sebenarnya berada di jantung psikologi Islam. Hal tersebut bukan hanya tentang ide, tapi tentang kesadaran baru bahkan gerakan kolektif untuk mengatasi berbagai masalah kemanusiaan.
Meski definisi kemanusiaan masih terus menjadi bahan diskusi, namun secara umum kemanusiaan dapat merujuk pada dua entitas yakni orang dan karakternya. Manusia adalah umat manusia yang mencakup semua orang di bumi atau manusia secara kolektif. Kemudian, kemanusiaan mengacu pada kebajikan dan kualitas diri seorang manusia.
"Karena itu, kami kemudian menempatkan kemanusiaan di jantung psikologi Islam. Bisa dikatakan, memang seharusnya begitu sejak awal. Tapi, bagi saya, ini bukan hanya tentang ide, ini tentang kesadaran baru, bahkan tentang gerakan kolektif untuk mengatasi berbagai masalah kemanusiaan," kata Fathul dalam sambutan pembukaan The 4th International Intensive Course on Islamic Psychology, dikutip Kamis (13/7/2023).
Fathul lalu mengutip laporan khusus dari Monitor on Psychology, sebuah majalah yang dipantau oleh American Psychological Association (APA). Di sampul majalah tersebut tertulis 'Publicly Engaged Science.
Baca juga:500 Ulama Berkumpul di Ponpes Sunan Drajat Bahas Tantangan Kebangsaan dan Keumatan
Majalah tersebut menyeru para psikolog untuk lebih memperhatikan masalah-masalah sosial, bebragai persoalan yang dihadapai masyarakat. Psikologi publik menngadvokasi perubahan paradigma ke arah menempatkan masalah sosial di pusat penelitian psikologi.
Berdasarkan artikel ulama di majalah tersebut, Fathul mengungkapkan, pekerjaan psikologi publik dipandu oleh empat prinsip. Pertama, pemusatan masalah sosial sebagai penggerak utama kegiatan penelitian, pengajaran, dan pengabdian.
Meski definisi kemanusiaan masih terus menjadi bahan diskusi, namun secara umum kemanusiaan dapat merujuk pada dua entitas yakni orang dan karakternya. Manusia adalah umat manusia yang mencakup semua orang di bumi atau manusia secara kolektif. Kemudian, kemanusiaan mengacu pada kebajikan dan kualitas diri seorang manusia.
"Karena itu, kami kemudian menempatkan kemanusiaan di jantung psikologi Islam. Bisa dikatakan, memang seharusnya begitu sejak awal. Tapi, bagi saya, ini bukan hanya tentang ide, ini tentang kesadaran baru, bahkan tentang gerakan kolektif untuk mengatasi berbagai masalah kemanusiaan," kata Fathul dalam sambutan pembukaan The 4th International Intensive Course on Islamic Psychology, dikutip Kamis (13/7/2023).
Fathul lalu mengutip laporan khusus dari Monitor on Psychology, sebuah majalah yang dipantau oleh American Psychological Association (APA). Di sampul majalah tersebut tertulis 'Publicly Engaged Science.
Baca juga:500 Ulama Berkumpul di Ponpes Sunan Drajat Bahas Tantangan Kebangsaan dan Keumatan
Majalah tersebut menyeru para psikolog untuk lebih memperhatikan masalah-masalah sosial, bebragai persoalan yang dihadapai masyarakat. Psikologi publik menngadvokasi perubahan paradigma ke arah menempatkan masalah sosial di pusat penelitian psikologi.
Berdasarkan artikel ulama di majalah tersebut, Fathul mengungkapkan, pekerjaan psikologi publik dipandu oleh empat prinsip. Pertama, pemusatan masalah sosial sebagai penggerak utama kegiatan penelitian, pengajaran, dan pengabdian.