Pelajaran Penting di Balik Hijrah Nabi Muhammad SAW
Tim langit 7
Kamis, 20 Juli 2023 - 08:55 WIB
Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Anwar Iskandar
Tahun hijriah dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah Rasulullah ini diambil dalam penentuan tahun Hijriah di antara alasannya karena terdapat sejarah penting di dalamnya.
Menurut Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Anwar Iskandar, Allah swt mengabadikan peristiwa itu melalui firman-Nya di dalam kitab suci umat Islam. "Betapa pentingnya arti hijrah itu sampai diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an," katanya saat menyampaikan mauidzah hasanah pada Istighotsah dan Doa Bersama 1 Muharram 1445 H Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/7/2023).
Rasulullah saw cukup berhasil melaksanakan dakwah di Makkah, sehingga tidak sedikit masyarakat Makkah memeluk agama Islam. Namun, seiring keberhasilannya, orang-orang yang membenci Nabi justru semakin tidak terkendali. Mereka bahkan menyusun kekuatan dan merencanakan membunuh Nabi.
Di saat situasi yang semakin mencekam dan rencana pembunuhan benar-benar harus dilakukan, Rasulullah akhirnya diizinkan Allah untuk hijrah ke Yatsrib (Madinah). Kota ini memang dihuni oleh masyarakat yang berperadaban dan kehadiran Rasulullah dinilai lebih diterima. Di samping itu hijrah adalah langkah untuk menghindari kekerasan orang-orang Quraisy yang sudah di luar batas. Satu hal lain, juga agar membentuk ekosistem dakwah baru yang lebih mendukung.
"Di tengah-tengah perjuangan besar Nabi Muhammad di Makkah dimusuhi oleh orang-orang Makkah, mulai dari rakyat biasa samapi penguasa. Semuanya merencanakan akan membunuh Nabi Muhammad, akhirnya keputusan Allah harus hijrah," terangnya mengutip NU Online.
Baca juga:4 Keutamaan Muharram, Bulan yang Dimuliakan Allah SWT
Nabi pun akhirnya keluar dari Makkah ditemani oleh Sahabat Abu Bakar. Prosesnya tidak mudah, karena masih dalam bayang-bayang kejahatan orang-orang kafir Quraisy. Di malam hari, saat mereka melaksanakan rencana pembunuhan terhadap Nabi, kekasih Allah ini berhasil menerobos kepungan orang-orang Quraisy di kawasan rumahnya. Mata mereka dibutakan sehingga tidak bisa melihat gerak-gerik Nabi saat keluar rumah.
Menurut Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Anwar Iskandar, Allah swt mengabadikan peristiwa itu melalui firman-Nya di dalam kitab suci umat Islam. "Betapa pentingnya arti hijrah itu sampai diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an," katanya saat menyampaikan mauidzah hasanah pada Istighotsah dan Doa Bersama 1 Muharram 1445 H Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/7/2023).
Rasulullah saw cukup berhasil melaksanakan dakwah di Makkah, sehingga tidak sedikit masyarakat Makkah memeluk agama Islam. Namun, seiring keberhasilannya, orang-orang yang membenci Nabi justru semakin tidak terkendali. Mereka bahkan menyusun kekuatan dan merencanakan membunuh Nabi.
Di saat situasi yang semakin mencekam dan rencana pembunuhan benar-benar harus dilakukan, Rasulullah akhirnya diizinkan Allah untuk hijrah ke Yatsrib (Madinah). Kota ini memang dihuni oleh masyarakat yang berperadaban dan kehadiran Rasulullah dinilai lebih diterima. Di samping itu hijrah adalah langkah untuk menghindari kekerasan orang-orang Quraisy yang sudah di luar batas. Satu hal lain, juga agar membentuk ekosistem dakwah baru yang lebih mendukung.
"Di tengah-tengah perjuangan besar Nabi Muhammad di Makkah dimusuhi oleh orang-orang Makkah, mulai dari rakyat biasa samapi penguasa. Semuanya merencanakan akan membunuh Nabi Muhammad, akhirnya keputusan Allah harus hijrah," terangnya mengutip NU Online.
Baca juga:4 Keutamaan Muharram, Bulan yang Dimuliakan Allah SWT
Nabi pun akhirnya keluar dari Makkah ditemani oleh Sahabat Abu Bakar. Prosesnya tidak mudah, karena masih dalam bayang-bayang kejahatan orang-orang kafir Quraisy. Di malam hari, saat mereka melaksanakan rencana pembunuhan terhadap Nabi, kekasih Allah ini berhasil menerobos kepungan orang-orang Quraisy di kawasan rumahnya. Mata mereka dibutakan sehingga tidak bisa melihat gerak-gerik Nabi saat keluar rumah.