KH Ma'ruf Amin: Pesantren Bisa Jadi Pusat Peradaban Islam
Muhajirin
Selasa, 01 Agustus 2023 - 10:00 WIB
Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin, menilai pondok pesantren di Indonesia bisa menjadi pusat peradaban Islam
Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, menilai pondok pesantren di Indonesia bisa menjadi pusat peradaban Islam. Pondok pesantren merupakan aset bangsa khas Indonesia. Pesantren menjalankan peran sebagai pusat pendidikan, pusat dakwah, dan pusat pemberdayaan masyarakat.
"Pesantren ini aset bangsa. Oleh karena itu, selain sebagai pusat pendidikan, kader dakwah, i'dadul mutafaqqihina fiddin, i'dadul rijalud dakwah, juga sekarang memang kita beri satu lagi peran baru. Bukan peran sebenarnya, peran lama yang diperbaharukan, yaitu pemberdayaan masyarakat," kata KH Ma'ruf dalam Roadshow Pondok Pesantren bertajuk 'Menguatkan Karakter Pesantren Antikekerasan' di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten, Sabtu (29/7/2023).
KH Ma'ruf berharap pesantren bisa menjadi pusat peradaban Islam, untuk membangun masyarakat yang benar-benar berorientasi pada keimanan, sehingga umat selamat dunia dan akhirat.
"Saya harapkan pesantren harus menjadi pusat peradaban islam ke depannya ini, harus menjadi pusat-pusat pemberdayaan Islam seperti dulu," katanya.
Sebagai pusat pendidikan, pesantren menjadi tempat untuk melahirkan para ahli agama yang akan meneruskan tugas-tugas kenabian dan merespons berbagai masalah yang berkembang sesuai zamannya. Di pesantren, akhlak dan keilmuan para santri ditempa untuk terbiasa dengan kesederhanaan dan kerendahan hati.
"Imam Ibnu Atha'illah mengumpamakan pertumbuhan manusia itu seperti pohon. Pohon itu harus ditanam, kalau enggak ditanam enggak bisa numbuh. Artinya apa, manusia itu harus ditanam dulu, didril dulu, dilatih dulu, dibikin dia mampu bertahan, merendah hati dulu," ujar KH Ma'ruf Amin.
Dengan semangat mendidik akhlak seperti itu, KH Ma'rif menilai tidak benar pesantren-pesantren yang justru di dalamnya ada unsur kekerasan. Hidup sederhana dan akhlak rendah hati merupakan pola yang diajarkan dalam kehidupan pesantren.
"Pesantren ini aset bangsa. Oleh karena itu, selain sebagai pusat pendidikan, kader dakwah, i'dadul mutafaqqihina fiddin, i'dadul rijalud dakwah, juga sekarang memang kita beri satu lagi peran baru. Bukan peran sebenarnya, peran lama yang diperbaharukan, yaitu pemberdayaan masyarakat," kata KH Ma'ruf dalam Roadshow Pondok Pesantren bertajuk 'Menguatkan Karakter Pesantren Antikekerasan' di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten, Sabtu (29/7/2023).
KH Ma'ruf berharap pesantren bisa menjadi pusat peradaban Islam, untuk membangun masyarakat yang benar-benar berorientasi pada keimanan, sehingga umat selamat dunia dan akhirat.
"Saya harapkan pesantren harus menjadi pusat peradaban islam ke depannya ini, harus menjadi pusat-pusat pemberdayaan Islam seperti dulu," katanya.
Sebagai pusat pendidikan, pesantren menjadi tempat untuk melahirkan para ahli agama yang akan meneruskan tugas-tugas kenabian dan merespons berbagai masalah yang berkembang sesuai zamannya. Di pesantren, akhlak dan keilmuan para santri ditempa untuk terbiasa dengan kesederhanaan dan kerendahan hati.
"Imam Ibnu Atha'illah mengumpamakan pertumbuhan manusia itu seperti pohon. Pohon itu harus ditanam, kalau enggak ditanam enggak bisa numbuh. Artinya apa, manusia itu harus ditanam dulu, didril dulu, dilatih dulu, dibikin dia mampu bertahan, merendah hati dulu," ujar KH Ma'ruf Amin.
Dengan semangat mendidik akhlak seperti itu, KH Ma'rif menilai tidak benar pesantren-pesantren yang justru di dalamnya ada unsur kekerasan. Hidup sederhana dan akhlak rendah hati merupakan pola yang diajarkan dalam kehidupan pesantren.