Sombong, Kegilaan Sesungguhnya Menurut Rasulullah SAW
Tim langit 7
Sabtu, 05 Agustus 2023 - 10:00 WIB
ilustrasi
Nabi Muhammad saw pernah mengungkapkan tentang orang yang benar-benar gila. Orang gila yang sesungguhnya adalah mereka yang berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan. Mereka memandang orang lain dengan pandangan merendahkan.
Dalam sebuah Hadits, kata dia, diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi Muhammad saw sedang berjalan-jalan di sebuah desa. Kemudian beliau mendapati beberapa orang berkerumun di satu tempat. Melihat mereka, lalu Rasulullah pun bertanya.
“Ada apa? Kenapa kalian berkumpul di tempat ini? tanya Rasul. Sekelompok orang itu pun menjawab, ‘Ya Rasulullah, ada seorang gila yang sedang mengamuk. Karena itulah, kami berkumpul di tempat ini’,” tutur H Thobib Al Asyhar saat khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Gedung Kemenag, Jakarta, Jumat (4/8/2023).
Setelah mendengar jawaban dari para sahabat itu, maka Nabi berkata kepada mereka, “Sungguh dia tidak lah gila, dia itu adalah mubtalaa (orang yang sedang ditimpa musibah). Tahukah kalian siapa orang gila yang sesungguhnya?” Para sahabat pun menjawab, “Kami tidak tahu Ya Rasul.”
“Ketahuilah bahwa orang gila yang sesungguhnya adalah mereka yang berjalan di muka bumi ini dengan penuh kesombongan, yang memandang orang lain dengan pandangan merendahkan, yang membusungkan dada seraya memohon kepada Allah agar kelak memberikan surga kepadanya. Padahal mereka senantiasa bermaksiat kepada-Nya,” terangnya mengutip Hadits.
Thobib menambahkan bahwa orang gila sukanya berbuat buruk dan mengganggu kenyamanan orang lain. Ia tidak pernah berharap orang lain memiliki kebaikan dan ketenangan. “Itulah al-majnun haqq al-majnun (orang gila yang sesungguhnya),” sambung doktor jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2013 ini.
Adapun mubtalaa (orang yang ditimpa musibah), kata Thobib, sesungguhnya adalah penderita satu penyakit yang akalnya tidak dapat menangkap objek dengan baik dan benar, sehingga menimbulkan kebingungan dan kekacauan pikiran.
Dalam sebuah Hadits, kata dia, diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi Muhammad saw sedang berjalan-jalan di sebuah desa. Kemudian beliau mendapati beberapa orang berkerumun di satu tempat. Melihat mereka, lalu Rasulullah pun bertanya.
“Ada apa? Kenapa kalian berkumpul di tempat ini? tanya Rasul. Sekelompok orang itu pun menjawab, ‘Ya Rasulullah, ada seorang gila yang sedang mengamuk. Karena itulah, kami berkumpul di tempat ini’,” tutur H Thobib Al Asyhar saat khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Gedung Kemenag, Jakarta, Jumat (4/8/2023).
Setelah mendengar jawaban dari para sahabat itu, maka Nabi berkata kepada mereka, “Sungguh dia tidak lah gila, dia itu adalah mubtalaa (orang yang sedang ditimpa musibah). Tahukah kalian siapa orang gila yang sesungguhnya?” Para sahabat pun menjawab, “Kami tidak tahu Ya Rasul.”
“Ketahuilah bahwa orang gila yang sesungguhnya adalah mereka yang berjalan di muka bumi ini dengan penuh kesombongan, yang memandang orang lain dengan pandangan merendahkan, yang membusungkan dada seraya memohon kepada Allah agar kelak memberikan surga kepadanya. Padahal mereka senantiasa bermaksiat kepada-Nya,” terangnya mengutip Hadits.
Thobib menambahkan bahwa orang gila sukanya berbuat buruk dan mengganggu kenyamanan orang lain. Ia tidak pernah berharap orang lain memiliki kebaikan dan ketenangan. “Itulah al-majnun haqq al-majnun (orang gila yang sesungguhnya),” sambung doktor jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2013 ini.
Adapun mubtalaa (orang yang ditimpa musibah), kata Thobib, sesungguhnya adalah penderita satu penyakit yang akalnya tidak dapat menangkap objek dengan baik dan benar, sehingga menimbulkan kebingungan dan kekacauan pikiran.