Tabung Tulang di Usia Muda, Hari Tua Jauh dari Osteoporosis
Ahmad zuhdi
Senin, 30 Agustus 2021 - 14:11 WIB
Ilustrasi kesehatan tulang. Foto: Langit7.id/iStock
Mulailah pola hidup sedari muda setidaknya hingga usia 30 tahun. Sesungguhnya, pola hidup sehat tersebut sama saja dengan menabung tulang untuk menjaga kepadatan tulang sekaligus mencegah osteoporosis di hari tua.
Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) dr Omar Lutfi SpOT mengatakan, menabung tulang tersebut antara lain melalui rutin berolahraga dan konsumsi makanan bernutrisi yang cukup untuk tubuh."Dari muda sampai usia 30 tahun-an itu kita menabung tulang, dengan beraktivitas yang bagus, makan yang bagus, kepadatan tulang akan tinggi," kata Omar Lutfi dalam Talk to the Expert yang digelar Spine Center RS Premier Bintaro, secara virtual, Ahad (29/8/2021).
Baca Juga:Kabar Gembira, Diet Tak Melulu Harus Mengurangi Makan
Omar yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) itu menuturkan, puncak kepadatan tulang terjadi saat seseorang berusia 20-30 tahun. Kemudian akan berkurang setelah usia 35 tahun.
"Tetapi bila saat muda kepadatannya bagus, pada umumnya ketika tua kita tabungannya masih banyak," tuturnya.
Selain rutin berolahraga dan asupan makanan bernutrisi dalam jumlah cukup termasuk kalsium dan vitamin D melalui berjemur di bawah sinar matahari, kita juga disarankan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan osteoporosis seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Menurutnya, dua kebiasaan buruk itu secara signifikan bisa menurunkan kepadatan tulang.
Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) dr Omar Lutfi SpOT mengatakan, menabung tulang tersebut antara lain melalui rutin berolahraga dan konsumsi makanan bernutrisi yang cukup untuk tubuh."Dari muda sampai usia 30 tahun-an itu kita menabung tulang, dengan beraktivitas yang bagus, makan yang bagus, kepadatan tulang akan tinggi," kata Omar Lutfi dalam Talk to the Expert yang digelar Spine Center RS Premier Bintaro, secara virtual, Ahad (29/8/2021).
Baca Juga:Kabar Gembira, Diet Tak Melulu Harus Mengurangi Makan
Omar yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) itu menuturkan, puncak kepadatan tulang terjadi saat seseorang berusia 20-30 tahun. Kemudian akan berkurang setelah usia 35 tahun.
"Tetapi bila saat muda kepadatannya bagus, pada umumnya ketika tua kita tabungannya masih banyak," tuturnya.
Selain rutin berolahraga dan asupan makanan bernutrisi dalam jumlah cukup termasuk kalsium dan vitamin D melalui berjemur di bawah sinar matahari, kita juga disarankan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan osteoporosis seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Menurutnya, dua kebiasaan buruk itu secara signifikan bisa menurunkan kepadatan tulang.