LANGIT7.ID - Dr. Mirza HST Penggalih dari Departemen Gizi Kesehatan FKKMK UGM membagikan tips diet dengan pengaturan pola makan yang baik dan benar melalui gizi seimbang.
Diet sebenarnya adalah cara seseorang memberi makanan ke tubuh sesuai kebutuhan. Sesuai tentu bermacam-macam, baik dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) atau pun sesuai dengan orang yang memiliki kondisi tertentu seperti ada riwayat hipertensi dan diabetes.
“Jadi, diet itu tidak melulu identik dengan mengurangi atau membatasi makanan. Tapi tetap disesuaikan. Bisa jadi disesuaikan itu dilebihkan, misal dengan orang-orang yang mempunyai aktivitas fisik lebih banyak termasuk pada golongan atlet, disesuaikan dietnya justeru dilebihkan,” kata dr. Mirza, dikutip laman resmi UGM, Sabtu (28/8/2021).
Masyarakat mengenal diet identik dengan menurunkan berat badan dengan banyak cara, namun pada prinsipnya adalah kembali pada keseimbangan energi dan mengurangi apa yang dikonsumsi. Jadi, keseimbangan energi adalah jika ingin menambah berat badan, maka yang masuk diperbanyak dan mengurangi yang keluar.
Namun, jika ingin menurunkan berat badan, maka yang masuk dikurangi dan yang keluar ditambahkan. Dr Mirza menjelaskan, kalau ingin banyak keluar, bisa ditambahkan dengan olahraga. Bisa juga mengurangi apa yang dikonsumsi dengan standar AKG.
“Misal kita kebutuhannya di 2.000, maka berarti kita akan mengurangi makanan dari kebutuhan kita sehari, misal 1.800, 1.500, pengurangan ini tentunya harus dikonsultasikan. Jangan sampai menerapkan pola diet yang terlalu ketat,” ucap dr Mirza.
Menurut dr Mirza, diet yang baik itu sesuai dengan panduan dari Kementerian Kesehatan RI yakni mengaplikasikan ‘Isi Piringku Sekali Makan’. Dalam panduan gizi seimbang harus ada sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, lemak yang sehat, vitamin, mineral serta aktivitas fisik seperti olahraga.
Lalu mengenai porsi, kalau karbohidrat bisa mengambil 3-4 porsi sehari tergantung keadaan masing-masing. 3-4 kali sehari dibagi menjadi masing-masing satu porsi makan pagi, siang, dan malam. Kelebihan 1 porsi karbohidrat bisa digunakan dengan memakan snack yang mengandung karbohidrat. Mudahnya, satu centong nasi dihitung satu porsi.
“Memenuhi makanan seimbang itu berapa porsi untuk masing-masing orang. Misalkan porsi saya dengan ibu hamil, dengan porsi lansia, anak-anak akan berbeda. Ini yang perlu diajarkan dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing golongan manusia tadi. Sudah ada pesan dasar gizi seimbang dan harus dipenuhi sumber-sumber makanannya,” pungkas dr Mirza.
(jqf)