7 Mahasiswa Non Muslim Diwisuda Unusa, Ada Biarawati dari NTT
Tim langit 7
Rabu, 27 September 2023 - 08:00 WIB
Unusa akan mewisuda 1.074 mahasiswa, termasuk Margaretha Kolo, mahasiswa non muslim dari Nusa Tenggara Timur.
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) akan mewisuda 1.074 mahasiswa. Satu di antaranya Margaretha Kolo, mahasiswa non muslim dari Nusa Tenggara Timur.
Selain Margaretha yang berprofesi biarawati, ada enam mahasiswa non muslim lain yang diwisuda kampus milik Nahdlatul Ulama ini. Margaretha adalah seorang biarawati yang lulus program studi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan.
Perempuan kelahiran Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur pada 30 Mei 1994 itu selama empat tahun menempuh pendidikan di Unusa yang notabene adalah kampus NU yang Islami. Namun dengan hadirnya Margaretha dan kawan-kawannya itu membuktikan bahwa Unusa adalah kampus inklusif dan Rahmatan Lil Alamin.
Baca juga:2.154 Mahasiswa Baru Unusa Dikukuhkan
Margaretha mengaku pada 2019 dia ditugaskan oleh lembaga biarawatinya, Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus ke Surabaya tepatnya di Gereja Katedral Surabaya. Sebelumnya, Margaretha adalah biarawati di sebuah gereja Katolik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Oleh lembaganya dia diminta untuk meneruskan ke pendidikan tinggi jurusan ilmu gizi. "Bingung karena baru pertama kali ke Surabaya," katanya.
Mencari kampus yang ada ilmu gizi, tujuan utamanya ke Poltekes Surabaya. Waktu ke kampus, Margaretha merasa tidak ada chemistry. Tidak ada ketertarikan apapun. Lalu seorang teman sesama biarawati menyarankan mencari kampus lain. Tersebutlah nama Unusa. Langsunglah Margaretha ke kampus Unusa Jemursari.
Selain Margaretha yang berprofesi biarawati, ada enam mahasiswa non muslim lain yang diwisuda kampus milik Nahdlatul Ulama ini. Margaretha adalah seorang biarawati yang lulus program studi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan.
Perempuan kelahiran Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur pada 30 Mei 1994 itu selama empat tahun menempuh pendidikan di Unusa yang notabene adalah kampus NU yang Islami. Namun dengan hadirnya Margaretha dan kawan-kawannya itu membuktikan bahwa Unusa adalah kampus inklusif dan Rahmatan Lil Alamin.
Baca juga:2.154 Mahasiswa Baru Unusa Dikukuhkan
Margaretha mengaku pada 2019 dia ditugaskan oleh lembaga biarawatinya, Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus ke Surabaya tepatnya di Gereja Katedral Surabaya. Sebelumnya, Margaretha adalah biarawati di sebuah gereja Katolik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Oleh lembaganya dia diminta untuk meneruskan ke pendidikan tinggi jurusan ilmu gizi. "Bingung karena baru pertama kali ke Surabaya," katanya.
Mencari kampus yang ada ilmu gizi, tujuan utamanya ke Poltekes Surabaya. Waktu ke kampus, Margaretha merasa tidak ada chemistry. Tidak ada ketertarikan apapun. Lalu seorang teman sesama biarawati menyarankan mencari kampus lain. Tersebutlah nama Unusa. Langsunglah Margaretha ke kampus Unusa Jemursari.