Efek Taufan Al-Aqsa, Netanyahu Didesak Mundur dari Kursi PM Israel
Muhajirin
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 18:00 WIB
Koran-koran Israel menayangkan berita yang memuat tuntutan Benjamin Netanyahu muncur dari kursi Perdana Menteri Israel
Sayap militer Hamas, Al-Qassam, tidak hanya mampu memberikan perlawanan militer kepada zionis Israel. Hari ketujuh Taufan Al-Aqsa, internal zionis Yahudi kian memanas. Muncul tuntutan dari akar rumput agar Benjamin Netanyahu muncur dari kursi Perdana Menteri Israel.
Koran-koran Israel menayangkan berita yang memuat tuntutan tersebut. Warga Israel menganggap Netanyahu bertanggungjawab atas kegagalan melawan operasi Taufan Al-Aqsa. Mengutip Al Jazeera, seruan ini diberitakan secara luas oleh surat kabar dan media Israel pada Jumat (13/10). Massifnya pemberitaan media Israel terkait gejolak politik tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya.
Editor surat kabar “Haaretz”, Nehemiah Shetzler, menulis artikel berjudul “Netanyahu bersalah. Dia harus mengundurkan diri,”. Dia meminta Netanyahu untuk mundur dari jabatannya dan meminta pertanggungjawaban atas kegagalan tersebut, kegagalan mencegah operasi Taufan Al-Aqsa.
Dia mengatakan, Netanyahu sedang menunggu perhitungan dengan “masyarakat Israel”. sebelum Taufan Al-Aqsa, demo besar-besaran memang sudah terjadi di “Israel”, lantaran Netanyahu hendak merombak peradilan yang dianggap tidak demokratis.
Shetzler mengaku khawatir akan meluasnya pergerakan di masyarakat Israel yang mulai bergulir seperti bola salju selama perang dan sebelum pertempuran berakhir.
Baca juga:Arab Saudi Tolak Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
“Selama pemakaman banyak warga Israel yang tewas, memang banyak yang berjanji bahwa mereka akan menghantui Netanyahu selamanya dalam eulogi yang mereka sampaikan di kuburan anak-anak mereka. Yang lain di rumah sakit meneriaki para menteri di pemerintahannya dan diusir serta dicegah untuk memeriksa yang terluka.”
Koran-koran Israel menayangkan berita yang memuat tuntutan tersebut. Warga Israel menganggap Netanyahu bertanggungjawab atas kegagalan melawan operasi Taufan Al-Aqsa. Mengutip Al Jazeera, seruan ini diberitakan secara luas oleh surat kabar dan media Israel pada Jumat (13/10). Massifnya pemberitaan media Israel terkait gejolak politik tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya.
Editor surat kabar “Haaretz”, Nehemiah Shetzler, menulis artikel berjudul “Netanyahu bersalah. Dia harus mengundurkan diri,”. Dia meminta Netanyahu untuk mundur dari jabatannya dan meminta pertanggungjawaban atas kegagalan tersebut, kegagalan mencegah operasi Taufan Al-Aqsa.
Dia mengatakan, Netanyahu sedang menunggu perhitungan dengan “masyarakat Israel”. sebelum Taufan Al-Aqsa, demo besar-besaran memang sudah terjadi di “Israel”, lantaran Netanyahu hendak merombak peradilan yang dianggap tidak demokratis.
Shetzler mengaku khawatir akan meluasnya pergerakan di masyarakat Israel yang mulai bergulir seperti bola salju selama perang dan sebelum pertempuran berakhir.
Baca juga:Arab Saudi Tolak Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
“Selama pemakaman banyak warga Israel yang tewas, memang banyak yang berjanji bahwa mereka akan menghantui Netanyahu selamanya dalam eulogi yang mereka sampaikan di kuburan anak-anak mereka. Yang lain di rumah sakit meneriaki para menteri di pemerintahannya dan diusir serta dicegah untuk memeriksa yang terluka.”