Mualaf Amerika: Muhammad SAW Jadi Pembimbing Hidup Saya
Muhajirin
Selasa, 02 Januari 2024 - 18:00 WIB
Pemuda mualaf dari Amerika menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai pembimbing hidupnya.
Abdul-Lateef Abdullah merupakan mualaf Amerika yang merupakan Sarjana Ilmu Politik & Ekonomi di University of Delaware dan baru-baru ini Ph.D.
Dalam perjalanan hidupnya, seorang anak laki-laki Kristen yang tumbuh besar di pinggiran kota New York. Dia merupakan pengagum berat bintang olahraga dan pop. Di kamar tidur, tertempel sejumlah poster bintang atlet dan musik.
“Setiap pagi saya terbangun dengan senyuman dari wajah-wajah seperti Michael Jordan, Van Halen, Andre Agassi, dan banyak lagi,” kata Lateef, dikutip aboutislam, Selasa (2/1/2024).
Ternyata, para bintang pop ini memiliki peran penting dalam membentuk gagasan pribadinya tentang keunggulan manusia. Meskipun keunggulan yang mereka simbolkan lebih cenderung pada bentuk fisik atau usaha yang sepele, ketenaran mereka memicu hasratnya untuk mengeksplorasi dan membuka potensi manusiawinya sendiri.
Baca juga:Mantap Masuk Islam, Petinju Dunia Gervonta David Ucap Syahadat
Walau sangat mengagumi para pahlawannya, kini dia menyadari bahwa kekaguman terhadap mereka hanyalah salah satu cara, mungkin dipengaruhi oleh budaya sekitar, untuk memenuhi kebutuhan akan figur panutan dalam perjalanan menuju aktualisasi diri.
“Apa yang menjadi jelas, sadar atau tidak, bahwa kita semua mencari contoh kehebatan sebagai kunci untuk membuka potensi hebat kita sendiri,” ujar Lateef.
Dalam perjalanan hidupnya, seorang anak laki-laki Kristen yang tumbuh besar di pinggiran kota New York. Dia merupakan pengagum berat bintang olahraga dan pop. Di kamar tidur, tertempel sejumlah poster bintang atlet dan musik.
“Setiap pagi saya terbangun dengan senyuman dari wajah-wajah seperti Michael Jordan, Van Halen, Andre Agassi, dan banyak lagi,” kata Lateef, dikutip aboutislam, Selasa (2/1/2024).
Ternyata, para bintang pop ini memiliki peran penting dalam membentuk gagasan pribadinya tentang keunggulan manusia. Meskipun keunggulan yang mereka simbolkan lebih cenderung pada bentuk fisik atau usaha yang sepele, ketenaran mereka memicu hasratnya untuk mengeksplorasi dan membuka potensi manusiawinya sendiri.
Baca juga:Mantap Masuk Islam, Petinju Dunia Gervonta David Ucap Syahadat
Walau sangat mengagumi para pahlawannya, kini dia menyadari bahwa kekaguman terhadap mereka hanyalah salah satu cara, mungkin dipengaruhi oleh budaya sekitar, untuk memenuhi kebutuhan akan figur panutan dalam perjalanan menuju aktualisasi diri.
“Apa yang menjadi jelas, sadar atau tidak, bahwa kita semua mencari contoh kehebatan sebagai kunci untuk membuka potensi hebat kita sendiri,” ujar Lateef.