Prof Hamid: Islam Selalu Ajarkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
Muhajirin
Kamis, 02 September 2021 - 22:52 WIB
Ilsutrasi persaudaraan ummat Islam. Foto: Langit7.id/iStock
Islam mengajarkan kepada pemeluknya wajib saling menghormati perbedaan demi menjaga persaudaraan antarummat atau akrab disapa ukhuwah islamiyah. Pasalnya, membesar-besarkan perbedaan merupakan pangkal dari perpecahan yang ujungnya akan membuat ummat Islam mudah dipecah belah.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Profesor Dr Kiai Haji (KH) Hamid Fahmi Zarkasyi. Menurutnya, rapuhnya ummat Islam di Tanah Air karena gagal membangun ukhuwah islamiyah yang paripurna.
Baca Juga:Anak Jembatan Menuju Surga, Childfree Perusak Pondasi Bangsa
Padahal, kata dia, sama-sama disadari bahwa perbedaan merupakan alat ataupun penyebab perpecahan. Sementara, Islam mewajibkan untuk berukhuwah Islamiyah, yang justru perintah tersebut kerap dilupakan ketika menghadapi perbedaan di tengah-tengah ummat Islam.
"Kalau kita merasa muslim, kita mesti bermuhasabah dulu, apakah benar kita ini sudah mukmin? karena ada orang Islam yang keislamannya belum sampai pada keimanan," kata Prof Hamid dalam webinar yang digelar MIUMI, Kamis (2/9/2021) malam WIB.
Sementara, jika berbicara ukhuwah islamiyah, maka sama halnya berbicara tingkat keimanan seseorang. Hal tersebut ditegaskan dalam Surat Al-Ankabut ayat 2-3. Orang yang menyandang status berislam belum tentu sampai pada tingkat mukmin.
Hal tersebut, kata dia, yang perlu disadari terlebih dahulu. Mengingat, jika mendapati perbedaan di tengah ummat, perbedaan harus diletakkan pada pondasi keimanan agar tidak terjadi konflik. Orang yang beriman pasti tidak menghendaki perpecahan karena berpegang teguh untuk selalu menyayangi dan mencintai saudaranya.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Profesor Dr Kiai Haji (KH) Hamid Fahmi Zarkasyi. Menurutnya, rapuhnya ummat Islam di Tanah Air karena gagal membangun ukhuwah islamiyah yang paripurna.
Baca Juga:Anak Jembatan Menuju Surga, Childfree Perusak Pondasi Bangsa
Padahal, kata dia, sama-sama disadari bahwa perbedaan merupakan alat ataupun penyebab perpecahan. Sementara, Islam mewajibkan untuk berukhuwah Islamiyah, yang justru perintah tersebut kerap dilupakan ketika menghadapi perbedaan di tengah-tengah ummat Islam.
"Kalau kita merasa muslim, kita mesti bermuhasabah dulu, apakah benar kita ini sudah mukmin? karena ada orang Islam yang keislamannya belum sampai pada keimanan," kata Prof Hamid dalam webinar yang digelar MIUMI, Kamis (2/9/2021) malam WIB.
Sementara, jika berbicara ukhuwah islamiyah, maka sama halnya berbicara tingkat keimanan seseorang. Hal tersebut ditegaskan dalam Surat Al-Ankabut ayat 2-3. Orang yang menyandang status berislam belum tentu sampai pada tingkat mukmin.
Hal tersebut, kata dia, yang perlu disadari terlebih dahulu. Mengingat, jika mendapati perbedaan di tengah ummat, perbedaan harus diletakkan pada pondasi keimanan agar tidak terjadi konflik. Orang yang beriman pasti tidak menghendaki perpecahan karena berpegang teguh untuk selalu menyayangi dan mencintai saudaranya.