Kiai Pesantren Ambil Alih Tugas Orangtua, Ketua RMI NU Jatim: Sering Dilupakan Masyarakat
Tim langit 7
Rabu, 06 Maret 2024 - 05:00 WIB
Ketua Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Maahidil Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. M. Iffatul Lathoif (dua kanan)
Para pengasuh pondok pesantren mempunyai tanggung jawab yang besar karena dipercaya para orangtua dan wali santri.
Mereka dititipi penuh untuk mengasuh, mendidik, dan mengajar dengan sistem holding school, 24 jam, 7 hari dalam seminggu dan berlangsung selama bulanan dan tahunan.
Apalagi keberlangsungan pendidikan di pondok pesantren dibiayai secara mandiri. Belum lagi, program pondok pesantren yang menyantuni keluarga miskin untuk bisa meraih pendidikan bersama-sama para santri umumnyadi pondok pesantren.
"Para kiai pondok pesantren, telah mengambil alih tugas orangtua di rumah, terkait keimanan, akhlak, ilmu dan ibadah. Kami kira, masyarakat secara umum perlu kiranya memahami betapa hal ini merupakan tugas berat yang harus diemban para kiai pesantren," tutur Ketua Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma'ahidil Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH M. Iffatul Lathoif, dalam keterangan pers, Selasa 5 Maret 2024.
Baca juga:Cegah Kekerasan Santri, Pesantren Sebaiknya Basmi Budaya Hukuman
Gus Thoif, panggilan akrab salah saorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, bersama jajaran lembaga urusan pesantren, secara intens koordinasi dan melakukan tindakan dalam mengatasi masalah santri dan pondok pesantren.
"Bila ada salah di pihak pondok pesantren, seperti aksiden pembulian atau perundungan yang terjadi terhadap santri, tentu menjadi bagian penting yang harus diperhatikan penyelesaiannya.
Mereka dititipi penuh untuk mengasuh, mendidik, dan mengajar dengan sistem holding school, 24 jam, 7 hari dalam seminggu dan berlangsung selama bulanan dan tahunan.
Apalagi keberlangsungan pendidikan di pondok pesantren dibiayai secara mandiri. Belum lagi, program pondok pesantren yang menyantuni keluarga miskin untuk bisa meraih pendidikan bersama-sama para santri umumnyadi pondok pesantren.
"Para kiai pondok pesantren, telah mengambil alih tugas orangtua di rumah, terkait keimanan, akhlak, ilmu dan ibadah. Kami kira, masyarakat secara umum perlu kiranya memahami betapa hal ini merupakan tugas berat yang harus diemban para kiai pesantren," tutur Ketua Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma'ahidil Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH M. Iffatul Lathoif, dalam keterangan pers, Selasa 5 Maret 2024.
Baca juga:Cegah Kekerasan Santri, Pesantren Sebaiknya Basmi Budaya Hukuman
Gus Thoif, panggilan akrab salah saorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, bersama jajaran lembaga urusan pesantren, secara intens koordinasi dan melakukan tindakan dalam mengatasi masalah santri dan pondok pesantren.
"Bila ada salah di pihak pondok pesantren, seperti aksiden pembulian atau perundungan yang terjadi terhadap santri, tentu menjadi bagian penting yang harus diperhatikan penyelesaiannya.