Pola Makan Pengganti untuk Ibu Hamil yang Ingin Berpuasa
Tim langit 7
Selasa, 12 Maret 2024 - 08:47 WIB
ilustrasi
Ibu hamil dan menyusui adalah satu dari enam golongan orang yang tak wajib berpuasa. Kendati demikian, masyarakat Indonesia merasa tak nyaman jika tidak menjalankan puasa di bulan Ramadan ini.
Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Kasyifatu Saja' menyebutkan, golongan yang diizinkan secara syara’ untuk membatalkan puasanya.
يباح الفطر في رمضان لستة للمسافر والمريض والشيخ الهرم أي الكبير الضعيف والحامل ولو من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما والعطشان أي حيث لحقه مشقة شديدة لا تحتمل عادة عند الزيادي أو تبيح التيمم عند الرملي ومثله الجائع وللمرضعة ولو مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي
Artinya: Enam orang berikut ini diperbolehkan berbuka puasa di siang hari bulan Ramadhan. Mereka adalah pertama musafir, kedua orang sakit, ketiga orang jompo (tua yang tak berdaya), keempat wanita hamil (sekalipun hamil karena zina atau jimak syubhat). Kelima orang yang tercekik haus (sekira kesulitan besar menimpanya dengan catatan yang tak tertanggungkan pada lazimnya menurut Az-Zayadi, sebuah kesulitan yang membolehkan orang bertayamum menurut Ar-Romli) serupa dengan orang yang tercekik haus ialah orang yang tingkat laparnya tidak terperikan, dan keenam wanita menyusui baik diberikan upah atau suka rela.
Baca juga:Muslim Wajib Tahu 9 Hal yang Membatalkan Puasa
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof Budi Santoso memberi tips puasa bagi ibu hamil. "Orang hamil boleh puasa, dengan catatan pola makan dan minumnya diganti malam hari," ujar Budi Santoso.
Dia menjelaskan, kebutuhan makan tiga kali sehari di luar puasa diganti pada malam hari. Polanya, saat berbuka puasa, malam sebelum tidur dan waktu makan sahur. "Itu pola gantinya," terangnya.
Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Kasyifatu Saja' menyebutkan, golongan yang diizinkan secara syara’ untuk membatalkan puasanya.
يباح الفطر في رمضان لستة للمسافر والمريض والشيخ الهرم أي الكبير الضعيف والحامل ولو من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما والعطشان أي حيث لحقه مشقة شديدة لا تحتمل عادة عند الزيادي أو تبيح التيمم عند الرملي ومثله الجائع وللمرضعة ولو مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي
Artinya: Enam orang berikut ini diperbolehkan berbuka puasa di siang hari bulan Ramadhan. Mereka adalah pertama musafir, kedua orang sakit, ketiga orang jompo (tua yang tak berdaya), keempat wanita hamil (sekalipun hamil karena zina atau jimak syubhat). Kelima orang yang tercekik haus (sekira kesulitan besar menimpanya dengan catatan yang tak tertanggungkan pada lazimnya menurut Az-Zayadi, sebuah kesulitan yang membolehkan orang bertayamum menurut Ar-Romli) serupa dengan orang yang tercekik haus ialah orang yang tingkat laparnya tidak terperikan, dan keenam wanita menyusui baik diberikan upah atau suka rela.
Baca juga:Muslim Wajib Tahu 9 Hal yang Membatalkan Puasa
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof Budi Santoso memberi tips puasa bagi ibu hamil. "Orang hamil boleh puasa, dengan catatan pola makan dan minumnya diganti malam hari," ujar Budi Santoso.
Dia menjelaskan, kebutuhan makan tiga kali sehari di luar puasa diganti pada malam hari. Polanya, saat berbuka puasa, malam sebelum tidur dan waktu makan sahur. "Itu pola gantinya," terangnya.