Ibu hamil dan menyusui adalah satu dari enam golongan orang yang tak wajib berpuasa. Kendati demikian, masyarakat Indonesia merasa tak nyaman jika tidak menjalankan puasa di bulan Ramadan ini.
Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Kasyifatu Saja' menyebutkan, golongan yang diizinkan secara syara’ untuk membatalkan puasanya.
يباح الفطر في رمضان لستة للمسافر والمريض والشيخ الهرم أي الكبير الضعيف والحامل ولو من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما والعطشان أي حيث لحقه مشقة شديدة لا تحتمل عادة عند الزيادي أو تبيح التيمم عند الرملي ومثله الجائع وللمرضعة ولو مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي
Artinya:
Enam orang berikut ini diperbolehkan berbuka puasa di siang hari bulan Ramadhan. Mereka adalah pertama musafir, kedua orang sakit, ketiga orang jompo (tua yang tak berdaya), keempat wanita hamil (sekalipun hamil karena zina atau jimak syubhat). Kelima orang yang tercekik haus (sekira kesulitan besar menimpanya dengan catatan yang tak tertanggungkan pada lazimnya menurut Az-Zayadi, sebuah kesulitan yang membolehkan orang bertayamum menurut Ar-Romli) serupa dengan orang yang tercekik haus ialah orang yang tingkat laparnya tidak terperikan, dan keenam wanita menyusui baik diberikan upah atau suka rela.
Baca juga:
Muslim Wajib Tahu 9 Hal yang Membatalkan PuasaDekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof Budi Santoso memberi tips puasa bagi ibu hamil. "Orang hamil boleh puasa, dengan catatan pola makan dan minumnya diganti malam hari," ujar Budi Santoso.
Dia menjelaskan, kebutuhan makan tiga kali sehari di luar puasa diganti pada malam hari. Polanya, saat berbuka puasa, malam sebelum tidur dan waktu makan sahur. "Itu pola gantinya," terangnya.
Pria yang akrab disapa Prof Bus ini menambahkan, bagi ibu hamil di trimester pertama dan kedua harus diperhatikan kondisinya. Jangan dipaksa untuk berpuasa.

Jika pada trimester pertama dan kedua ada keluhan mual dan muntah, jangan berpuasa karena bisa dehidrasi. "Sebaliknya, jika pada trimester tersebut aman, maka silahkan lanjutkan berpuasa," urainya.
Sementara itu, mengutip laman Siloam Hospitals, puasa memberi manfaat positif bagi ibu hamil jika dilakukan dengan benar. Puasa yang dijalankan oleh ibu hamil dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti menurunkan risiko diabetes gestasional, menjaga berat badan ideal, memelihara kesehatan jantung, hingga membantu proses detoksifikasi.
Tips puasa bagi ibu hamil:
- Pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap tercukupi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbanyak minum air putih dan
mengonsumsi buah segar saat sahur dan berbuka puasa.
- Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang saat sahur dan berbuka, yaitu 50% karbohidrat, 25% protein, 10–15% lemak sehat,
serta vitamin dan mineral.
- Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah terjadinya sembelit pada ibu hamil.
- Hindari konsumsi kafein berlebih. Konsumsi kafein berlebih dapat memicu dehidrasi dan meningkatkan asam lambung yang berisiko
memperburuk kondisi ibu hamil selama berpuasa.
- Hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi.
- Batasi aktivitas fisik yang berat.
- Segera batalkan puasa apabila mengalami morning sickness atau muncul gejala dehidrasi, seperti pusing, lelah, hingga urine
berwarna kuning pekat atau gelap.

(ori)