Dari Buku Prof Dr. Abdul Mu'ti; Menjadi Manusia Bertakwa. (Seri 5)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada yang gaib. Hal ini dijelaskan di dalam Alquran surah Al- Baqarah [2]: 1-3.
الم ذَلِكَ الْكِتَبُ لَا رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ ... الَّذِينَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ
Alif Laam Miim (1). Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa (2); (yaitu) orang- orang yang beriman pada yang gaib,...(3). (Qs. Al- Baqarah [2]: 3)
Di dalam Alquran kata gaib dengan kata bentukannya disebutkan sebanyak 60 kali: yaghtab satu kali, al-gaib 48 kali, gaibihi satu kali, al-ghuyub empat kali, gaibatin satu kali, gaibin tiga kali, dan ghayabat dua kali.
Dari ayat-ayat tersebut kata gaib paling tidak memiliki lima pengertian. Pertama, tidak hadir atau absen. Di dalam Surah An-Naml [27]: disebutkan:
وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَابِبِيْنَ
Dia (Sulaiman) memeriksa (pasukan) burung, lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hudhud? Ataukah ia termasuk yang tidak hadir (gaibin)?(Qs. An-Naml [27]: 20)