home edukasi & pesantren

Ramadhan Sebagai Bulan Transformasi-05

Sabtu, 30 Maret 2024 - 09:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Shamsi Ali Al-Kajangi

Seringkali kita mengasosiasi keutamaan Ramadhan dengan bulannya. Padahal semua rentang waktu itu, dari menit ke jam, jam ke hari, hari ke Minggu dan bulan, semuanya sama di mata Allah. “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan. Empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan Muharram (dilarang melakukan perang)”.

Keutamaan bulan Ramadan ada pada bagaimana respon dan prilaku (behaviors) kita padanya. Apakah direspon secara positif dan sepenuh hati. Atau dibiarkan berlalu tanpa respon positif dan setengah hati pula. Setengah hati dalam menjalankan amalan-amalan ritual yang ada (puasa, qiyam, dll). Apalagi menjadikannya sebagai momen transformasi atau perubahan mendasar dalam kehidupan nyata.

Baca juga:Ramadhan Sebagai Bulan Transformasi-04

Enam: Transformasi sosial

Kita meyakini Islam bukan sekedar sebagai agama (religion). Islam bukan sekedar sebuah sistem yang penuh dengan amalan-amalan ritual pemuas batin semata. Tapi sebagai “diin” atau sistem dan petunjuk hidup yang sempurna dan menyeluruh. Islam hadir selain sebagai tuntunan hidup individual. Juga sebagai tuntunan kehidupan sosial kolektif (jama’ah).

Pada tataran ini kehidupan sosial yang kita maksud adalah kehidupan yang menyangkut acuan/aturan dalam menjalankan kehidupan pada aspek mu’amalat. Bahwa Islam itu selain hadir menuntun manusia di dalam rumah-rumah ibadah (Masjid-Masjid), di bulan Ramadan atau di bulan lainnya. Islam juga hadir untuk menuntun manusia untuk menjalani hidupnya di pasar, supermarket, hingga di parlemen dan Istana negara.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
imam shamsi ali ramadhan transformasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya