Rois Am PBNU KH Miftachul Akhyar Minta Guru Maarif NU harus Pintar dan Benar
Tim langit 7
Kamis, 09 Mei 2024 - 10:00 WIB
Rois Am PBNU, KH. Miftachul Akhyar.Foto/ist
Rois Am PBNU, KH. Miftachul Akhyar menyerukan kepada guru, pendidik dan pengajar, khususnya di lingkungan Lembaga Pendidikan Maarif untuk pintar secara keilmuan sesuai perkembangan jaman dan teknologi. Di sisi lain tetap menjaga keilmuannya dalam jalur yang benar.
Dengan mengutip Alqur'an, Rois Am mengaskan bahwa lafadz iqra' dalam surat Al Alaq menunjukkan guru harus 'pinter' atau pintar, sedangkan lafadz 'Bismi Rabbika' menunjukkan pesan guru itu harus benar.
Hal itu disampaikan Kiai Miftah dalam halal bihalal Pengurus Cabang LP Maarif NU Kota Surabaya di Gedung Pertemuan Convention Hall Surabaya, Rabu (8/5/2024).
Ketua Panitia, Ahmad Zaini Ilyas mengatakan, halal bihalal diikuti 600 guru dan kepala sekolah Ma'arif NU se Kota Surabaya. Hadir dan sambutan, Ketua PCNU Kota Surabaya, Ir. H. Masduqi Thoha dan Ketua LP. Maarif NU Jawa Timur, H. Noor Shodiq Askandar, SE. Tampak hadir Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Syahroni dan Kepala Kemenag Kota Surabaya, Dr. H. Pardi.
Baca juga:RMI Ajak Pesantren Menangkan Perang Narasi di Media dan Media Sosial
Kiai Miftah berpesan, sekolah Ma'arif adalah lembaga yang bukan hanya mencetak orang-orang pintar saja, tetapi juga mencetak orang-orang yang benar.
Pengasuh PP Miftachus Sunnah ini juga mengutip pesan pujangga Jawa Ronggo Warsito, amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan milu anglakoni, boya kaduman melik, kaliren wakasanipun. Dilalah kersa Allah. begja-begjaning kang lali luwih, begja kang eling lan waspada.
Dengan mengutip Alqur'an, Rois Am mengaskan bahwa lafadz iqra' dalam surat Al Alaq menunjukkan guru harus 'pinter' atau pintar, sedangkan lafadz 'Bismi Rabbika' menunjukkan pesan guru itu harus benar.
Hal itu disampaikan Kiai Miftah dalam halal bihalal Pengurus Cabang LP Maarif NU Kota Surabaya di Gedung Pertemuan Convention Hall Surabaya, Rabu (8/5/2024).
Ketua Panitia, Ahmad Zaini Ilyas mengatakan, halal bihalal diikuti 600 guru dan kepala sekolah Ma'arif NU se Kota Surabaya. Hadir dan sambutan, Ketua PCNU Kota Surabaya, Ir. H. Masduqi Thoha dan Ketua LP. Maarif NU Jawa Timur, H. Noor Shodiq Askandar, SE. Tampak hadir Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Syahroni dan Kepala Kemenag Kota Surabaya, Dr. H. Pardi.
Baca juga:RMI Ajak Pesantren Menangkan Perang Narasi di Media dan Media Sosial
Kiai Miftah berpesan, sekolah Ma'arif adalah lembaga yang bukan hanya mencetak orang-orang pintar saja, tetapi juga mencetak orang-orang yang benar.
Pengasuh PP Miftachus Sunnah ini juga mengutip pesan pujangga Jawa Ronggo Warsito, amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan milu anglakoni, boya kaduman melik, kaliren wakasanipun. Dilalah kersa Allah. begja-begjaning kang lali luwih, begja kang eling lan waspada.