Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya Bangun Perpustakaan "Khofifah"
Tim langit 7
Senin, 13 Mei 2024 - 14:00 WIB
Pesantren Mahasiswa An-Nur Jemurwonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya membangun perpustakaan pesantren bernama Perpustakaan Khofifah Indar Parawansa sesuai nama pemberi wakaf
Pesantren Mahasiswa "An-Nur" Jemurwonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur, membangun perpustakaan pesantren yang diberi nama "Perpustakaan Khofifah Indar Parawansa" sesuai nama pemberi wakaf yang juga tokoh Muslimat NU dan Gubernur Jatim 2019-2024 itu.
Pembangunan perpustakaan dengan tanah seluas hampir 140 meter persegi (6,9x20) itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh mantan Rektor UINSA Surabaya, tokoh NU dan Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) Prof DR KH Ridlwan Nasir MA di sisi timur pesantren, Sabtu (12/5/2024)
"Saya menerima wakaf tanah ini dari Ibu Khofifah saat saya umroh di Tanah Suci pada 27 Ramadhan 1445 H, karena itu sepulang ke Surabaya, saya langsung ke rumah beliau membahas wakaf tanah yang akan kami gunakan perpustakaan itu," kata pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An-Nur, Wonocolo, Surabaya, Prof DR KH Imam Ghazali Said MA.
Baca juga:Lembaga Ma'arif NU Jatim Kembangkan Sekolah dan Madrasah Unggulan
Menurut Kiai Imam Ghazali Said, ada tiga pesantren di dunia yang menjadi besar karena wakaf dari masyarakat, diantaranya Universitas Al-Azhar yang merupakan pesantren dan universitas ternama di dunia itu, dua pesantren serupa lainnya berada di Marokko dan Tunisia.
"Saya berharap pesantren yang merupakan wakaf dari orang tua kami dan masyarakat ini juga bisa besar seperti pesantren kelas dunia itu. Saat ini, pesantren kami sudah mencetak empat mencetak empat profesor yakni dua profesor di Malang-Jatim dan dua profesor di NTB," kata Kiai Imam Ghazali Said.
Bahkan, katanya di sela-sela acara peresmian itu, dua profesor di NTB yang alumni Pesantren Mahasiswa An-Nur itu kini menjadi ketua NU dan Muhammadiyah di NTB. "Semoga, pesantren kami akan banyak melahirkan tokoh yang sangat penting dalam dakwah Islam," katanya.
Pembangunan perpustakaan dengan tanah seluas hampir 140 meter persegi (6,9x20) itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh mantan Rektor UINSA Surabaya, tokoh NU dan Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) Prof DR KH Ridlwan Nasir MA di sisi timur pesantren, Sabtu (12/5/2024)
"Saya menerima wakaf tanah ini dari Ibu Khofifah saat saya umroh di Tanah Suci pada 27 Ramadhan 1445 H, karena itu sepulang ke Surabaya, saya langsung ke rumah beliau membahas wakaf tanah yang akan kami gunakan perpustakaan itu," kata pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An-Nur, Wonocolo, Surabaya, Prof DR KH Imam Ghazali Said MA.
Baca juga:Lembaga Ma'arif NU Jatim Kembangkan Sekolah dan Madrasah Unggulan
Menurut Kiai Imam Ghazali Said, ada tiga pesantren di dunia yang menjadi besar karena wakaf dari masyarakat, diantaranya Universitas Al-Azhar yang merupakan pesantren dan universitas ternama di dunia itu, dua pesantren serupa lainnya berada di Marokko dan Tunisia.
"Saya berharap pesantren yang merupakan wakaf dari orang tua kami dan masyarakat ini juga bisa besar seperti pesantren kelas dunia itu. Saat ini, pesantren kami sudah mencetak empat mencetak empat profesor yakni dua profesor di Malang-Jatim dan dua profesor di NTB," kata Kiai Imam Ghazali Said.
Bahkan, katanya di sela-sela acara peresmian itu, dua profesor di NTB yang alumni Pesantren Mahasiswa An-Nur itu kini menjadi ketua NU dan Muhammadiyah di NTB. "Semoga, pesantren kami akan banyak melahirkan tokoh yang sangat penting dalam dakwah Islam," katanya.