Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata Di Gaza Segera Dilakukan Usai 35.000 Warga Palestina Terbunuh
LANGIT7.ID-, Gaza- - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak untuk segera melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza karena Israel telah membunuh lebih dari 35.000 warga Palestina di wilayah tersebut sejak Oktober lalu.
Dalam pidato video yang disaksikan para international donors yang berkumpul di Kuwait pada Minggu, Guterres juga menyerukan “pembebasan tanpa syarat semua tawanan yang ditahan oleh Hamas serta segera meningkatkan bantuan kemanusiaan” ke Gaza.
“Gencatan senjata hanya akan menjadi permulaan,” katanya dalam video tersebut, sambil memperingatkan bahwa “ini akan menjadi perjalanan panjang dari kehancuran dan trauma perang ini”.
Seiring Guterres menyerukan pidato tersebut, pasukan Israel menyerang beberapa titik di Gaza, membuat ratusan ribu pengungsi yang telah melarikan diri dari perang terpaksa mengungsi lagi. Tank-tank Israel meluncur ke Jabalia, sementara beberapa serangan menewaskan puluhan orang di Beit Lahiya di utara dan Rafah di selatan.
Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa setidaknya 12 jenazah tiba di Rumah Sakit Kamal Adwan di kota Beit Lahiya menyusul apa yang digambarkan sebagai “pemboman karpet” Israel.
Emad Oudeh, warga Beit Lahiya, mengatakan kepada bahwa mereka tidak tahu ke mana harus pergi ketika serangan Israel semakin intensif. “Kami terkejut. Kami tidak tahu harus berbuat apa. Kami lelah secara fisik dan mental. Kita berada di ambang menjadi gila.”
Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah, mengatakan tank-tank Israel sudah mulai “masuk lebih dalam” ke kamp pengungsi Jabalia.