Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 Juli 2026
home global news detail berita

Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata Di Gaza Segera Dilakukan Usai 35.000 Warga Palestina Terbunuh

nabil Senin, 13 Mei 2024 - 13:40 WIB
Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata Di Gaza Segera Dilakukan Usai 35.000 Warga Palestina Terbunuh


LANGIT7.ID-, Gaza- - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak untuk segera melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza karena Israel telah membunuh lebih dari 35.000 warga Palestina di wilayah tersebut sejak Oktober lalu.

Dalam pidato video yang disaksikan para international donors yang berkumpul di Kuwait pada Minggu, Guterres juga menyerukan “pembebasan tanpa syarat semua tawanan yang ditahan oleh Hamas serta segera meningkatkan bantuan kemanusiaan” ke Gaza.

“Gencatan senjata hanya akan menjadi permulaan,” katanya dalam video tersebut, sambil memperingatkan bahwa “ini akan menjadi perjalanan panjang dari kehancuran dan trauma perang ini”.

Seiring Guterres menyerukan pidato tersebut, pasukan Israel menyerang beberapa titik di Gaza, membuat ratusan ribu pengungsi yang telah melarikan diri dari perang terpaksa mengungsi lagi. Tank-tank Israel meluncur ke Jabalia, sementara beberapa serangan menewaskan puluhan orang di Beit Lahiya di utara dan Rafah di selatan.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa setidaknya 12 jenazah tiba di Rumah Sakit Kamal Adwan di kota Beit Lahiya menyusul apa yang digambarkan sebagai “pemboman karpet” Israel.

Emad Oudeh, warga Beit Lahiya, mengatakan kepada bahwa mereka tidak tahu ke mana harus pergi ketika serangan Israel semakin intensif. “Kami terkejut. Kami tidak tahu harus berbuat apa. Kami lelah secara fisik dan mental. Kita berada di ambang menjadi gila.”

Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah, mengatakan tank-tank Israel sudah mulai “masuk lebih dalam” ke kamp pengungsi Jabalia.

Jabalia adalah kamp pengungsi terbesar dari delapan kamp pengungsi di Gaza dan merupakan rumah bagi lebih dari 100.000 orang, sebagian besar dari mereka adalah keturunan warga Palestina yang diusir dari kota-kota dan desa-desa di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Israel selama perang Arab-Israel tahun 1948 yang berujung pada pembentukan kamp pengungsi negara Israel.

“Kami telah mendengar dari para saksi mata di lapangan, di daerah yang sangat padat penduduknya, bahwa tank-tank militer mengelilingi pusat evakuasi dan bangunan tempat tinggal,” kata Abu Azzoum.

Mereka yang melarikan diri dari pemboman Israel juga harus menghadapi kekurangan makanan dan pasokan medis di daerah tempat mereka berlindung.

Mahmoud Basal dari Pertahanan Sipil Palestina di Gaza mengatakan tidak ada lagi layanan medis atau bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada para pengungsi di bagian utara Jalur Gaza.

“Kami telah kehilangan 80 persen kemampuan kami dan tidak ada yang menanggapi permohonan kami kepada lembaga-lembaga internasional,” kata juru bicara pertahanan sipil dalam sebuah pernyataan.

Imad Abu Zayda, seorang dokter darurat di Jabalia, mengatakan bahwa sebagian besar korban luka yang tiba di rumah sakitnya adalah wanita dan anak-anak. Dia juga menggambarkan situasi saat ini sangat mengerikan.

“Kami beroperasi dengan fasilitas minimal. Tidak ada penerangan karena kurangnya bahan bakar dan tidak tersedia suplemen medis karena Israel telah memperluas operasi mereka di wilayah tersebut. Kami tidak punya oksigen untuk diberikan kepada pasien,” katanya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan