Barunastra ITS Angkat Inovasi ASV di Kongres Maritim Internasional
Tim langit 7
Sabtu, 01 Juni 2024 - 06:00 WIB
Tim Barunastra ITS Angkat Inovasi ASV di Kongres Maritim Internasional
Kongres maritim internasional terbesar di dunia, NEVA Maritime Congress, kembali digelar di Rusia, Jumat (31/5/2024). Menjadi satu-satunya delegasi yang mewakili Indonesia, tim Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengangkat topik mengenai inovasi Autonomous Surface Vehicle (ASV) dan perkembangannya di dunia riset Indonesia.
Kongres bertemakan Autonomous Navigation and Marine Robotics ini menghadirkan lebih dari 1.200 peserta internasional dan pakar maritim ternama. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid ini dihadirkan sebagai kesempatan bagi para penggiat maritim untuk mengulas berbagai persoalan di dunia maritim.
General Manager Barunastra ITS I Made Vibra Dananjaya menuturkan, tahun ini Barunastra ITS unjuk gigi lewat topik Advancing Autonomous Maritime Solutions: Insights from the BARUNASTRA ITS RoboBoat Team’s, ASV Development in Indonesia yang dipresentasikan secara daring. Sederhananya, tim yang lahir pada 2012 ini menjelaskan tentang penerapan inovasi ASV dan bagaimana Barunastra ITS menjadi salah satu pionir di dalamnya.
Baca juga:Buka Kesempatan Calon Mahasiswa, ITS Tawarkan Jalur Seleksi Mandiri 2024
Dalam presentasinya, pemuda yang akrab disapa Vibra itu menjelaskan, ASV merupakan kapal tak berawak yang dapat beroperasi tanpa campur tangan manusia. Kapal dengan sistem otonom ini mampu menavigasi dan mengumpulkan data sensor secara mandiri. “Salah satu kapal ASV kami adalah Nala Proteus 2.0,” terangnya.
Selain dapat bergerak secara mandiri, imbuh Vibra, sistem otonom ini juga menjadi salah satu jawaban atas gagasan blue economy yang diimpikan oleh Indonesia. Hadirnya ASV membuka peluang dunia maritim yang lebih berkelanjutan lewat beberapa komponennya yang ramah lingkungan.
Mahasiswa Departemen Teknik Kelautan ITS itu mengungkapkan, penerapan ASV kelak dapat membantu mengurangi polusi dan konsumsi bahan bakar sebuah kapal. Selain itu, salah satu kelebihan lainnya ialah dapat memanfaatkan energi terbarukan seperti baterai. “Selaras dengan tujuan blue economy untuk mewujudkan pengelolaan dan perlindungan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Kongres bertemakan Autonomous Navigation and Marine Robotics ini menghadirkan lebih dari 1.200 peserta internasional dan pakar maritim ternama. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid ini dihadirkan sebagai kesempatan bagi para penggiat maritim untuk mengulas berbagai persoalan di dunia maritim.
General Manager Barunastra ITS I Made Vibra Dananjaya menuturkan, tahun ini Barunastra ITS unjuk gigi lewat topik Advancing Autonomous Maritime Solutions: Insights from the BARUNASTRA ITS RoboBoat Team’s, ASV Development in Indonesia yang dipresentasikan secara daring. Sederhananya, tim yang lahir pada 2012 ini menjelaskan tentang penerapan inovasi ASV dan bagaimana Barunastra ITS menjadi salah satu pionir di dalamnya.
Baca juga:Buka Kesempatan Calon Mahasiswa, ITS Tawarkan Jalur Seleksi Mandiri 2024
Dalam presentasinya, pemuda yang akrab disapa Vibra itu menjelaskan, ASV merupakan kapal tak berawak yang dapat beroperasi tanpa campur tangan manusia. Kapal dengan sistem otonom ini mampu menavigasi dan mengumpulkan data sensor secara mandiri. “Salah satu kapal ASV kami adalah Nala Proteus 2.0,” terangnya.
Selain dapat bergerak secara mandiri, imbuh Vibra, sistem otonom ini juga menjadi salah satu jawaban atas gagasan blue economy yang diimpikan oleh Indonesia. Hadirnya ASV membuka peluang dunia maritim yang lebih berkelanjutan lewat beberapa komponennya yang ramah lingkungan.
Mahasiswa Departemen Teknik Kelautan ITS itu mengungkapkan, penerapan ASV kelak dapat membantu mengurangi polusi dan konsumsi bahan bakar sebuah kapal. Selain itu, salah satu kelebihan lainnya ialah dapat memanfaatkan energi terbarukan seperti baterai. “Selaras dengan tujuan blue economy untuk mewujudkan pengelolaan dan perlindungan yang berkelanjutan,” tuturnya.